Sam Altman: Masyarakat Perlu Terima Sebagian Risiko AI demi Manfaat yang Lebih Besar
- calendar_month 15 menit yang lalu

Bos ChatGPT Sebut Dunia Harus Ikhlas Dampak Buruk AI untuk Dapat Positifnya
BNews—TEKNOLOGI— CEO OpenAI sekaligus salah satu tokoh utama di balik ChatGPT, Sam Altman, mengatakan masyarakat perlu menerima sebagian dampak buruk dari perkembangan kecerdasan buatan (AI) untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar dari teknologi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Sam Altman dalam wawancara dengan Decoded, podcast dan newsletter teknologi dari POLITICO, yang membahas perbedaan pendekatan OpenAI dan perusahaan AI lainnya terhadap keselamatan serta regulasi kecerdasan buatan.
Menurut Altman, perkembangan AI tidak mungkin sepenuhnya bebas dari risiko. Ia menyebut peretasan, penyalahgunaan teknologi, penipuan, dan berbagai dampak negatif lain sebagai risiko yang perlu diperhitungkan seiring semakin luasnya penggunaan AI.
“We believe that the world should accept some bad things happening for the benefits of this technology and people having the agency,” kata Altman dalam wawancara tersebut.
Sam Altman Soroti Risiko Peretasan dan Penipuan AI
Altman menilai upaya menghilangkan seluruh risiko AI dengan membuat regulasi yang terlalu ketat juga dapat menimbulkan persoalan lain.
Ia mengatakan masyarakat perlu mempertimbangkan manfaat AI yang menurutnya jauh lebih besar dibandingkan dampak negatif yang mungkin muncul.
“I wouldn’t take a trade of saying like we’ll make sure there’s no major hacks. There’s no kind of like misuse of this technology. There’s zero scams. There’s zero all the other bad things that will happen because I think people will do tremendously orders of magnitude more good stuff than bad stuff,” ujar Altman.
Pernyataan tersebut menunjukkan posisi OpenAI yang cenderung mendukung pendekatan regulasi yang lebih ringan dibandingkan pembatasan ketat terhadap perkembangan AI.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Altman juga menilai AI harus tetap dapat diakses secara luas oleh masyarakat. Menurutnya, memberikan kendali terlalu besar kepada satu perusahaan, satu kelompok, atau satu negara untuk menentukan penggunaan teknologi AI dapat menjadi persoalan tersendiri.
OpenAI dan Anthropic Berbeda Pandangan soal Regulasi AI
Dalam wawancara tersebut, Altman juga membahas perbedaan pandangan antara OpenAI dan Anthropic terkait regulasi kecerdasan buatan.
Anthropic selama ini dikenal mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati terhadap pengembangan AI. CEO Anthropic Dario Amodei sebelumnya menyerukan agar pengembangan teknologi AI tingkat lanjut dilakukan dengan lebih terukur.
Altman mengakui adanya perbedaan pendekatan tersebut, meskipun dalam sejumlah kebijakan OpenAI dan Anthropic belakangan memiliki beberapa kesamaan.
“I disagree, but I understand the perspective of people who are like, this technology going to get so powerful and it’s so dangerous that a single lab in San Francisco should have it and make sure nothing bad happens and kind of figure out how to draw out the benefits,” kata Altman.
Menurut Altman, membatasi perkembangan AI hanya kepada satu laboratorium atau kelompok tertentu bukan pilihan yang tepat. Ia menilai masyarakat tetap membutuhkan kebebasan dan kendali atas bagaimana teknologi tersebut digunakan.
Sam Altman Tetap Waspadai Risiko AI yang Ekstrem
Meski mengatakan masyarakat perlu menerima sejumlah risiko AI, Altman tidak menyatakan seluruh risiko dapat diterima.
Ia secara khusus membedakan antara risiko yang masih dapat dipahami dan dikendalikan dengan risiko katastrofik, termasuk kemungkinan manusia kehilangan kendali terhadap sistem AI.
“So I would say accept bounded risks, accept risks that we understand in exchange for the benefits and liberty agency, all those things I was just talking about, but don’t accept like they’re really catastrophic risk,” kata Altman.
Altman juga mengatakan potensi kehilangan kendali serius terhadap AI bukan persoalan yang menurutnya sedang terjadi saat ini, tetapi dapat menjadi perhatian pada masa mendatang.
Perdebatan Manfaat dan Risiko AI Terus Berlangsung
Pernyataan Sam Altman tersebut muncul ketika perkembangan kecerdasan buatan semakin cepat dan penggunaan AI meluas ke berbagai bidang.
Di satu sisi, AI menawarkan berbagai manfaat, mulai dari membantu pekerjaan, meningkatkan produktivitas, hingga membuka peluang baru; dalam teknologi dan bisnis. Di sisi lain, perkembangan AI juga memunculkan persoalan keamanan, penipuan, penyalahgunaan teknologi, peretasan, serta kekhawatiran mengenai kendali manusia terhadap sistem AI.
Perbedaan pandangan antara perusahaan teknologi seperti OpenAI dan Anthropic menunjukkan bahwa perdebatan mengenai seberapa ketat AI perlu diatur masih berlangsung.
Bagi Altman, tantangannya bukan menghilangkan seluruh risiko AI, melainkan memastikan risiko yang diterima masyarakat tetap berada dalam batas; yang dapat dipahami, sementara manfaat teknologi dapat dirasakan secara luas. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar