Sambut New Normal, Komunitas Penari Magelang Gelar Tarian Paja De Paramo

BNews–MUNGKID– Komunitas penari di Magelang gelar tarian massal sambut new normal. Mereka gelar di Studio Mendut Mungkid Magelang Sabtu kemarin (30/5/2020).

Sitras Anjilin, seniman yang merupakan penggiat Komunitas Lima Gunung Kabupaten Magelang, menyambut datangnya era normal baru dengan sebuah tarian. Sebuah karya yang diberi nama Tarian “Paja de Paramo”.

Tarian tersebut Ia pratekkan bersama penari asal Ekuador, Cristina Duque. Pementasan itu dihadiri dengan jumlah penonton yang terbatas sambil menyiarkannya langsung melalui media sosial masing-masing.

Menurut Sitras, tarian Paja de Paramo disajikan secara mengalir dan tanpa konsep, tapi sebenarnya tarian tersebut memiliki makna yang dalam. Makna taria tersebut yaitu sapaan kepada alam yang bersumber dari jiwa seorang manusia.

“Menari dari jiwa, tidak hanya dari fisik. Itu tarian yang membebaskan tubuh. Memang orang tidak hanya diperintahkan otak dan hati,” jelas Sitras dikutip dari ANTARA pada Sabtu (30/5).

Menurut penari muda Komunitas Lima Gunung, Nabila Rifany, tarian Paja de Paramo disebutnya sebagai bagian dari virus pembebasan. Hal itu membuat tarian tersebut tidak memiliki elemen kontemporer, modern, atau tradisional.

Melalui tarian ini, penari ingin menyampaikan pada masyarakat bahwa kesadaran jiwa merupakan fondasi dan kekuatan. Hal tersebut untuk menyambut era “new normal” yang masih berlangsung di tengah merebaknya pandemi.

Menurut Cristina Duque, tarian Paja de Paramo mengajak setiap orang melakukan sesuatu yang baru karena pandemi Corona telah membawa umat manusia kepada kehidupan yang baru. Selain itu, tarian itu juga berpesan kepada banyak orang agar tidak takut lagi takut terhadap ancaman virus melalui taburan informasi yang berseliweran di media sosial atau di media lainnya.

“Saya sendiri tidak bisa melakukan itu. Tapi kalau bersama-sama, dengan alam, dengan orang lain, saya yakin bisa melakukannya untuk menjalani kehidupan normal yang baru ini,” tutur Cristina dikutip dari ANTARA pada Sabtu (30/5). (*/Islh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: