Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kondisi Memprihatinkan, Pemdes Donorojo Sudah Ada Rencana Revitalisasi Pasar Sraten

Kondisi Memprihatinkan, Pemdes Donorojo Sudah Ada Rencana Revitalisasi Pasar Sraten

  • calendar_month Kam, 2 Nov 2023

BNews-MAGELANG– Kondisi dalam pasar Sraten di Desa Donorojo Mertoyudan Magelang memprihatinkan. Sejumlah pedagang disana mengeluhkan jika musim hujan tiba nantinya.

Mengetahui keluhan tersebut, Ketua BPD Desa Donorejo Ahmad Kuncoro mengaku mengetahui hal tersebut. “Benar kondisi dibilang sudah tidak layak. Atap atap rapuh, kondisi lantai juga tanah. Tembok ada yang roboh. Dan jika hujan datang pasti tergenang,” katanya (1/11/2023).

Meski demikian, lanjutnya pihak Desa sudah ada rencana revitalisasi pasar tersebut. Dan saat ini masih tahap hitung oleh pemborong.

“Sebenarnya dulu tahun 2020 awal covid pernah akan direvitalisasi. Persetujuan pedagang juga sudah untuk direlokasi sementara. Dan saat menunggu dihitung sama pemborong tidak jadi, mungkin terbentur covid,” paparnya.

Untuk kali ini, kata Kuncoro sudah ada pemborong yang menawarkan untuk pengerjaan dengan sistem swakelola. “Jadi total anggaran awal itu diperkirakan Rp 9 miliar lebih. Dengan konsep pasar 2 lantai untuk 265 pedagang,” imbuhnya.

Dan teknis kedepan nanti, kata Kuncoro direncanakan anggaran diambil dari Bank. Karena saat kemarin sosialisasi sudah medatangkan pihak Bank.

“Jadi ini rencana modal dari Bank sistem pinjam. Nantinya akan diangsur oleh para pedagang,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Namun, rencana ini masih terus dilakukan penghitungan oleh pemborong yang akan mengerjakan. “Sambil berjalan kami dari BPD terus berkonsultasi dan koordinasi terkait hal ini dengan Kepala Desa Donorejo dan Dispermades. Semoga rencana ini bisa berjalan dan terealisasikan dengan lancar,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan,sebuah Pasar Tradisional di Mertoyudan Kabupaten Magelang yang dilihat mulai tidak layak untuk ditempati. Pasar tersebut berada di Dusun Sraten Desa Donorojo, yang sering dikenal dengan nama Pasar Sraten.

“Pasar tersebut dibangun atau mulai ditempati sejak tahun 1990an Pedagangnay pindahan dari Pasar Sraten yang dulu,. Dulu hanya sekitar 50 pedagang dan kini 250 orang pedagang,” kata Indah Fitri Astuti selaku sekertaris Pengelola Pasar Sraten (31/10/2023)

Borobudurnews.com mendapat kesempatan mengecek kondisi sejumlah kios dan los di dalam Pasar Sraten tersebut (31/10). Tampak sejumlah atapnya sudah hampir roboh dan disangga bambu. Sangat membahayakan pemebli dan pedagang.

“Apalagi kalau musim hujan, sangat membahayakan. Lantai pasar tampak masih tanah, bantunan sudah rapuk karena menggunakan kayu. Atap rapuk, kropos dan disangga bambu swadaya sendiri,”

“Saat hujan air juga menggenang karena tidak ada saluran sanitasi. Hanya lubang pembuangan yang kecil. Bahkan dinding toilet juga sudah roboh,” papar Indah.

Indah menyebutkan Pasar yang statusnya milik Desa ini juga rawan soal keamanan. “Kurang aman, karena pagar belakang sudah tidak layak. Apalagi dinding toilet yang roboh cuman ditutup benner bekas,” terangnya.

Pasar Sraten memang pasar desa yang dibilang cukup ramai pembeli. 250 pedagang baik los atau lesehan berasal dari berbagai daerah.

“50 persen pedagang yang warga Desa Donorojo, lainnya dari luar,” terang Indah.

Indah menceritakan, pada rahun 2020 awal covid, pernah ada sosialisasi rencana revitalisasi. “Saat itu, banyak pedagang yang setuju. Bahkan yang daftar ada 300 orang. Padahal jumlah yg terdaftar ada 250. Namun gagal karena sejumlah masalah. Salah satunya karena covid,” paparnya.

Oleh karena itu, Indah berharap ada pembenahan pasar sraten ini. “Ya kalau mau ada revitalisasi segera dilaksanakan agar tidak gagal lagi,” harapnya. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less