Sejumlah Seniman Nasional Bakal Meriahkan Borobudur Moon Edisi Spesial Indonesia Keroncong Festival
- calendar_month Ming, 14 Des 2025

Indonesia Keroncong Festival (IKF) menghadirkan kegiatan seminar yang mengusung tema “Keroncong Goes to Intangible Cultural Heritage-UNESCO”, Sabtu (13/12/2025). (foto: ist)
BNews–MAGELANG– Pada penghujung tahun 2025 ini, Borobudur Moon dihadirkan kembali dengan sajian berbeda, kali ini dengan edisi spesial Indonesia Keroncong Festival (IKF). Pergelaran ini bakal menggabungkan drama tari kolosal, tari tradisional, musik etnik, dan orkestra keroncong yang dikemas menarik.
Kegiatan utama digelar di Taman Lumbini, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang pada Selasa (16/12/2025) mendatang.
Creative Director IKF 2025, Didit Novianto mengungkap tema pada gelaran ini yaitu SERENADE NUSANTARA. Menyiratkan makna penghormatan besar pada keberagaman warisan budaya, kolaborasi lintas budaya dan semangat inklusivitas.
“Selain itu, kami juga mengangkat tagline SWARALOKHATULISTIWA, merupakan gabungan dari swara, lokalitas, dan khatulistiwa. Ketiga elemen ini mempertegas pesan, bahwa bunyi, lokalitas, dan gema
keroncong yang meluas ke berbagai penjuru dunia,” ungkapnya, dalam rilis pers yang diterima Borobudurnews.com.
Pergelaran IKF sesi malam akan menghadirkan Drama Tari Kolosal, Kunto Aji, Citra Scholastika, Indra Utami Tamsir, Didiek SSS dan Calista SSS, Mus Mujiono, Nur Handayani, musisi lintas etnik, hingga Borobudur Keroncong Orchestra;
Pada sesi sore akan menampilkan tarian tradisi, kelompok keroncong Side of X, Sono Seni Ensemble, dan Kos Atos.
Selain agenda pergelaran yang dikemas bersama Borobudur Moon, Indonesia Keroncong Festival juga menghadirkan kegiatan seminar yang digelar Sabtu (13/12/2025). Seminar ini mengusung tema “Keroncong Goes to Intangible Cultural Heritage-UNESCO”.
“Seminar ini merupakan wujud komitmen IKF untuk meluaskan gema keroncong. Hingga diakui sebagai warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO,” terang Didit.
Seminar ini bukan hanya membicarakan wacana, karena aksi dari misi Keroncong Goes to UNESCO ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Seminar menghadirkan Bambang “James” Herry
(Putra Maestro Waldjinah), dan Erie Setiawan (Koordinator Tim Keroncong UNESCO).
“Harapan dari digelarnya IKF 2025 adalah dapat memperkuat identitas musik keroncong dalam lanskap kebudayaan Indonesia serta membuka jalan baru bagi diplomasi internasional,” harapnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar