Sssttt… Begini Cara Siskaeee Dapat Uang Miliaran Modal Pamer Alat Kelamin

BNews—JOGJAKARTA— Tersangka pamer dada dan alat kelamin, Siscaeee, mengaku memperoleh penghasilan kotor sekitar Rp2,19 miliar dari aksinya. Ia menyimpan video dan foto lebi kurang 750GB konten porno.

Ya, Siskaee menyimpan ribuan file hot. Video-video tersebut ia jual ke akun berbayar demi memperoleh penghasilan yang fantastis.

Tersangka pamer alat kelamin di Bandara YIA disebut menyimpan ribuan file pornografi dan menjualnya ke akun berbayar.

Kabid Humas Polda DIJ, Kombes Pol Yulianto mengatakan, polisi mendapati ada sebanyak 2 ribuan file video dan 3.700-an file foto yang tersimpan pada handphone tersangka (dengan ukuran kurang lebih 150GB). Selain itu terdapat pula sekitar 600GB data file foto maupun video yang tersimpan di hardisk tersangka.

”Adapun, pendapatan kotor tersangka selama memiliki akun konten berbayar sejak 2 Maret 2020 hingga 6 Desember 2021 yakni sejumlah USD154.013.73 atau setara dengan lebih dari Rp2,19 miliar. Sementara untuk pendapatan bersihnya yakni sejumlah USD123.205.30 atau setara dengan lebih dari Rp1,75 miliar,” jelasnya, Selasa (7/12).

FCN dijerat dengan Pasal 29 Jo pasal 4 ayat (1) dan/atau pasal 30 Jo pasal 4 ayat (2) Undang-undang No 44/2008 tentang Pornografi dengan ancaman pidana maksimal enam tahun dan denda satu miliar dan atau pasal 45 ayat (1) Jo pasal 27 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun dan denda maksimal Rp6 miliar.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Polda DIJ juga mengungkap motif Siskaeee atau FCN, 23, tersangka pemeran video tak senonoh di Bandara YIA beberapa waktu lalu. Dimana ia kerap melakukan aksi ekshibisionisme di tempat publik dan mempertontonkan aksinya ke orang yang tak dikenal. Dirinya sering melakukan aksi itu karena didorong oleh hasrat kepuasaan seksual.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIYJ, AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, berdasarkan pemeriksaan psikologis FCN kerap memamerkan organ intimnya ke orang lain dan ditargetkan pada orang yang tak dikenal serta di tempat-tempat publik. Secara pribadi ia berkeinginan kuat agar seseorang melihat atau menonton aksinya.

”Perilakunya sering impulsive dan kompulsif, di mana saat yang sama ia merasa gembira, takut, gelisah dan mendapatkan kepuasan dengan memamerkan kelamin atau bagian tubuh yang lain,” kata Roberto, Selasa (7/12).

Roberto menyebut, motif tersangka melakukan aksi ekshibisionisme dipicu untuk memenuhi kepuasan seksual dan juga untuk mendapatkan penghasilan. Ia telah melakukan kegiatan tersebut seperti merekam, memposting foto atau video pornografi sejak 2017 lalu sampai pada saat ini.

”Ada tujuh situs yang digunakan FCN untuk memposting setiap konten yang dibuatnya, diantaranya ada yang sudah dibanned dan masih ada beberapa yang bisa diakses serta mendapatkan bayaran,” terangnya.

Rata-rata penghasilan FCN yang didapatkan setiap bulannya dari konten tersebut yakni sebanyak Rp15 juta sampai dengan Rp20 juta. Keuntungan tersebut diperolehnya dari akun onlyfans untuk tiap subcriber atau member adalah sebesar USD5 dan penghasilan tersebut bisa di-withdraw ketika mendapatkan akumulasi sebesar USD500. (ifa/han)

Sumber: Harian Jogja

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: