Tanti Zaenal Arifin Nikmati Keindahan Museum Alam Marmer Indonesia di Salaman

BNews–SALAMAN-– Rombongan istri Bupati Magelang, Tanti Zaenal Arifin menikmati keindahan di lereng perbukitan menoreh, Minggu pagi (5/9/2020). Mereka menghabiskan waktunya di Obyek Wisata Museum Alam Marmer Indonesia di Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman.

Dengan menaiki jeep parang menoreh, rombongan Tanti Zaenal Arifin tibah di Desa Ngargoretno sekitar pukul 09.30 wib. Mereka dijembut dibagian bawah Desa, setelah sebelumnya melakukan gowes bersama.

“Sesampainya di Desa Ngargoretno, rombongan langsung melakukan tracking ke wisata Museum Alam Marmer Indonesia (MAMI),” ungkap pelaku wisata setempat, Soim Setam.

Mereka menikmati potensi kekayaan alam yang sangat indah di kawasan Museum Alam Marmer Indonesia (MAMI. Disana rombongan melakukan selfie dan mengunjungi Goa purba yang ada di kawasan tersebut.

“Mereka masuk ke dalam sebuah goa purba yang mana ditemukan warga pada sekitar tahun 2012 lalu. Setelah kami bersihkan maka bisa menjadi salah satu daya tarik kunjungan di museum marmer,” imbuh Soim.

Selain tracking di MAMI, Kata Shoim, mereka juga mengunjungi beberapa lokasi wisata edukasi yang ada di Desa Ngargoretno. “Rombongan juga mengunjungi kawasan wisata edukasi Ternak madu di Dusun Tegalombo Desa Ngargoretno. Dilanjutkan ke wisata edukasi perah susu etawa “kandang kang im”, ujarnya.

Di kedai susu etawa, Tanti Zaenal Arifin menikmati susu segar dari pemerahansecara langsung dari kambingnya. Hal tersebut seraya berdiskusi dengan para pelaku wisata Desa Ngargoretno.

Loading...

Soim juga menyampaikan, pengembangan sektor wisata desa ini diinisiasi bersama seluruh elemen masyarakat dengan memprioritaskan one comunity one produc . Sehingga wisata yang dilakukan di Ngargoretno adalah wisata edukasi dan budaya yang memang dimiliki secara turun temurun.

“Dengan adanya kunjungan dan perhatian Tanti Zaenal Arifin ini, semoga bisa sedikit memberikan sebuah gambaran dan masukan. Tentunya terkait arah pembangunan daerah untuk lebih bisa memperhatikan wilayah-wilayah pinggiran.” harapnya.

“Namun tetap melakukan pembangunan berbasis masyarakat, lingkungan dan keberlanjutan,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: