Terungkap! Penyebab 31 SPPG di Kabupaten Magelang Mendadak Tidak Beroperasi
- calendar_month 8 menit yang lalu

Ilustrasi Dapur MBG atau SPPG Mendadak Tidak Beroperasi atau tutup sementara
BNews-MAGELANG- Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magelang dilaporkan sempat menghentikan operasionalnya akibat kendala pencairan dana dari pemerintah pusat.
Sedikitnya terdapat 31 SPPG yang tidak beroperasi sementara pada Senin (8/6/2026). Kondisi tersebut terjadi karena adanya kendala dalam mekanisme pengisian kembali atau top up dana operasional masing-masing SPPG.
Salah satu SPPG yang sempat menghentikan layanan adalah SPPG Sugihmas di Kecamatan Grabag. Informasi penghentian sementara operasional bahkan sempat diumumkan melalui akun TikTok resmi SPPG Sugihmas, meski unggahan tersebut kemudian dihapus.
Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Magelang, Nrangwesthi Widyaningrum, menjelaskan penghentian operasional tersebut bukan disebabkan ketiadaan anggaran, melainkan kendala teknis dalam proses pencairan dana.
“Kemarin, Senin (8/6) ada 31 SPPG (berhenti operasional sementara). (Alasannya) Ini terkait dengan kendala mekanisme pengisian top up dana ke masing-masing SPPG,” kata Koodinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Magelang, Nrangwesthi Widyaningrum dikutip detik jateng.
Sebagian SPPG Mulai Kembali Beroperasi
Westhi mengatakan sejumlah SPPG telah menerima pencairan dana pada Senin sore sehingga dapat kembali menjalankan operasionalnya dalam waktu dekat.
“Hari ini atau besok sudah mulai operasional kembali,” sambungnya.
Meski demikian, pihaknya belum mendata secara rinci jumlah SPPG yang sudah kembali beroperasi dari total 31 unit yang sempat berhenti sementara.
Hingga Senin sore, tercatat sebanyak 146 SPPG di Kabupaten Magelang telah kembali beroperasi dari total 161 SPPG yang ada.
“Kalau operasional semua di Kabupaten Magelang sudah ada 146 SPPG operasional statusnya dari 161 SPPG,” ujarnya.
Bukan Terkait Dugaan Korupsi, Murni Kendala Teknis
Westhi menegaskan kendala operasional yang terjadi tidak berkaitan dengan isu dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabat Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, permasalahan yang terjadi murni disebabkan proses teknis pencairan dana operasional dari pemerintah pusat yang memerlukan tahapan administrasi tertentu.
“Bukan. Ini terkait dengan mekanisme pengisian top up ke masing-masing SPPG. Ini prosesnya dari pusat yang masih terkendala dengan pencairannya, bukan dananya tidak ada, tetapi pencairannya yang masih terkendala,” bebernya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Ia menjelaskan setiap SPPG wajib menyampaikan laporan harian sebagai dasar pengajuan pengisian kembali dana operasional. Laporan tersebut kemudian diverifikasi oleh bagian keuangan pusat sebelum proses pencairan dilakukan.
“Jadi setiap hari SPPG akan menyampaikan laporan harian. Kemudian itu akan dikumpulin oleh keuangan pusat sehingga nantinya itu menjadi dasar pengisian kembali. Nah dasar pengisian kembali karena ini dana APBN tentunya melibatkan beberapa institusi karena uang itu tidak tunai, tetapi transfer, diproses dulu melalui institusi Kementerian Keuangan juga. Tapi, sebagian besar hari Jumat kemarin sudah terisi dan Senin kemarin juga beberapa SPPG sudah terisi kembali,” pungkasnya.
Dengan mulai cairnya dana operasional di sejumlah SPPG, layanan pemenuhan gizi di Kabupaten Magelang diharapkan dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat sehingga program yang menyasar masyarakat tersebut tidak mengalami gangguan berkepanjangan. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar