Tinjau Kepatuhan Wisatawan, Objek Wisata Di Yogyakarta Perpanjang Uji Coba Pembukaan

BNews—YOGYAKARTA—Uji coba pembukaan empat destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul diperpanjang hingga 31 Juli 2020. Hal tersebut sebagai upaya mengetahui tingkat kepatuhan pengunjung dan pelaku wisata terhadap protokol kesehatan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Harry Sukmono menuturkan empat destinasi yang melakukan uji coba adalah Pantai Kukup, Pantai Baron, Gunung Api Purba Nglanggeran, dan Kalisuci. Keempat destinasi tersebut mulai melakukan uji coba sejak Rabu (24/6/2020) hingga Selasa (30/6/2020) dan diperpanjang sampai 31 Juli 2020.

“Hasil evaluasi sementara, selama uji coba cukup memuaskan. Namun masih banyak wisatawan yang tidak memakai masker dan jaga jarak, untuk itu kami perpanjang masa uji cobanya,” tutur dia, beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, selama uji coba diberlakukan, pihaknya tidak memasang target khusus bagi kunjungan wisatawan. Sebab untuk target lebih ditujukan kepada tata laksana kepariwisataan di era new normal yang erat kaitannya dengan protokol kesehatan.

”Selama uji coba ada beberapa catatan, salah satunya adalah masih adanya pengunjung yang melepas masker atau masih bergerombol ketika di lokasi wisata. Hal tersebut menjadi bagian yang harus diperbaiki selama perpanjangan,” jelas dia.

Menurut Harry, hingga kini Pemkab Gunungkidul belum bersedia membuka seluruh objek wisata yang ada di Gunungkidul. Dikarenakan masih perlu berkoordinasi lebih lanjut dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 tingkat kabupaten.

“Pembukaan objek wisata yang lainnya masih harus menunggu kesiapan dan hasil koordinasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY Marjono mengatakan, pihaknya siap membantu untuk pembukaan objek wisata, khususnya di kawasan pantai. Dirinya mengaku selama uji coba, pihaknya tidak hanya melaksanakan tugas sebagai SAR saja melainkan juga turut menyosialisasikan protokol kesehatan.

“Kami mengingatkan ketika ada wisatawan yang tidak patuh, seperti tidak menjaga jarak atau tidak menggunakan masker. Mereka diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: