TOK !! Kapolda Jateng Keluarkan Larangan Penggunaan Knalpot Brong Saat Kampanye

BNews-JATENG- Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Ahmad Luthfi mengeluarkan maklumat terkait penggunaan knalpot brong untuk roda dua. Dia mengatakan maklumat ini sebagai langkah antisipasi adanya gesekan saat kampanye terbuka Pemilu 2024.

“Hari ini Bapak Kapolda telah mengeluarkan maklumat Kapolda terkait dengan penggunaan kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot brong. Bahwa Polda Jawa Tengah melakukan langkah-langkah preemtif, preventif, dan juga represif sebelum, sekali lagi saya sampaikan, tidak saat kampanye,” ujar Dirlantas Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Sonny Irawan di Pos Satlantas Polrestabes Semarang

Sonny juga mengatakan penindakan akan dilakukan secara terstruktur dan masif. Termasuk sosialisasi dan peringatan kepada pengguna atau bengkel-bengkel yang memproduksi dan mendistribusikan knalpot brong.

“Kami melakukan kegiatan secara masif dan terstruktur itu sebelum pelaksanaan (kampanye terbuka) tanggal 21. Kalau sudah masuk kampanye, kita menghadapi massa kampanye, tentu akan terjadi konflik dalam kegiatan tersebut. Karena itu, sebelum masa kampanye, kita melakukan upaya preemtif, preventif, dan represif,” lanjutnya.

Sonny menjelaskan sistem tilang tidak dilakukan secara manual, tetapi dengan menggunakan sistem handheld. Dia mengatakan patroli untuk penindakan juga sudah dimulai.

“Perlu kami sampaikan bahwa penindakan ini bukan melalui tilang manual, tetapi dengan menggunakan handheld ya di seluruh jajaran Polda Jawa Tengah ini kita sudah memiliki hampir 700 sampai 800 handheld yang tersebar di polres-polres, termasuk di wilayah Polrestabes Semarang,” jelasnya.

Selain karena melanggar aturan, penggunaan knalpot brong disebut bisa mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan lain. Dia juga mencontohkan adanya kasus di mana penggunaan knalpot brong bisa memicu konflik.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Dari aspek hukum ini melanggar aturan hukum dalam berlalu lintas pasal 285, pasal 210, pasal 48, dan pasal 64,” tambahnya.

Polrestabes Semarang sendiri telah melakukan ratusan penindakan selama tiga hari terakhir. Dari penindakan itu, ada 103 motor dan 331 sepeda motor yang disita.

“Sementara ini Polrestabes Semarang yang paling banyak melakukan penindakan dan diikuti wilayah Pati, Banyumas, Cilacap itu yang saya monitor. Tapi yang jelas semua Polres bergerak melakukan upaya-upaya sebelum pelaksanaan kampanye Pilpres secara terbuka,” pungkasnya. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: