Cek Gudang di Wonosobo, DPR RI Pastikan Ketersediaan Beras Aman
- calendar_month 1 menit yang lalu

BNews-JATENG – Ketersediaan pangan, khususnya beras, dipastikan dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026. Hal tersebut terungkap dalam peninjauan gudang Perum Bulog di wilayah Sawangan, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Senin (27/4/2026).
Kegiatan peninjauan dilakukan oleh Azis Subekti bersama pimpinan Bulog Cabang Magelang, Ihsan Suradilaga, serta Kepala Gudang Sawangan, Dodik. Mereka secara langsung melihat kondisi stok dan sistem distribusi beras di gudang yang berlokasi di Jalan Raya Soeharto KM 12 tersebut.
Peninjauan dilakukan guna memastikan kecukupan stok beras bagi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran. Dari hasil pemantauan, Gudang Bulog Sawangan memiliki kapasitas hingga 3.000 ton dengan dua unit gudang yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 5.300 meter persegi.
Di wilayah Wonosobo sendiri, daya serap beras mencapai 1.600 ton, yang turut didukung oleh dua gudang filial guna memperkuat jaringan distribusi. Sementara itu, secara keseluruhan Bulog Cabang Magelang yang membawahi wilayah Magelang, Temanggung, Purworejo, Wonosobo, dan Kebumen mencatat ketersediaan beras mencapai 61.300 ton.
Angka tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga penghujung tahun. Namun demikian, untuk komoditas minyak goreng, khususnya Minyak Kita, ketersediaan saat ini berada di angka 150.000 liter, sementara kebutuhan mencapai 250.000 liter.
Dalam menjaga keseimbangan harga, Bulog berperan sebagai stabilisator antara kepentingan petani dan konsumen. Saat harga gabah turun, Bulog melakukan pembelian di kisaran Rp6.500 per kilogram guna melindungi petani. Sebaliknya, ketika harga beras di pasar meningkat, Bulog menjaga agar tetap berada di kisaran maksimal Rp12.000 per kilogram agar tetap terjangkau masyarakat.
Seluruh pengisian stok di wilayah ini juga mengandalkan hasil panen lokal. Bulog bekerja sama dengan penggilingan padi milik masyarakat, sehingga turut menggerakkan ekonomi daerah. Dalam proses tersebut, mitra penggilingan memperoleh upah produksi sebesar Rp880 per kilogram.
CEK BERITA UPDATE LLAINNYA (KLIK DISINI)
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penguatan infrastruktur pangan melalui pembangunan gudang baru di sejumlah daerah seperti Banyumas, Grobogan, dan Wonogiri, lengkap dengan fasilitas Rice Milling Unit. Upaya hilirisasi juga dilakukan di Sragen dan Boyolali untuk komoditas jagung, serta di Pati untuk beras.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga ketahanan pangan, meningkatkan efisiensi distribusi, serta mendukung kesejahteraan petani.
“Kami tidak mengadakan rapat: kami melihat fakta ketersediaan pangan pokok (beras) di gudang.”
Dengan kondisi stok yang terjaga dan distribusi yang terus diperkuat, pemerintah memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi secara cukup, terjangkau, dan berkelanjutan. (Bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar