Viral Kisah Guru Lewati Jembatan Rusak di Pekalongan, Ganjar Langsung Lakukan Perbaikan

0
827
BENCANA : Rombongan Ganjar Pranowo saat meninjau jembatan Kali Keruh di Kabupaten Pekalongan (30/1)--(Foto--ihr)
BENCANA : Rombongan Ganjar Pranowo saat meninjau jembatan Kali Keruh di Kabupaten Pekalongan (30/1)--(Foto--ihr)

BNews—PEKALONGAN— Jembatan Kali Keruh di Kabupaten Pekalongan putus dan sempat viral dan menjadi pembicaraan warganet beberapa waktu lalu. Kisah Atik Dyat Prastuti, seorang guru honorer asal Desa Loragung, Kacamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan rela mempertaruhkan nyawanya melintasi jembatan putus itu untuk bisa mengajar di SDN 02 Cawet, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang.

 

Ternyata tidak hanya Atik, kisah serupa juga dialami guru honorer lainnya yang bernama Dwi Sholihati yang mengajar di SDN 02 Medayu. Sama seperti Atik, setiap hari Dwi juga harus melakukan hal serupa untuk melintasi jembatan Kali Keruh ketika berangkat mengajar.

 

Sejak putus pada 2018 lalu, jembatan Kali Keruh Pekalongan memang tidak bisa dilewati kendaraan. Padahal, jembatan itu menjadi akses satu-satunya warga di desa tersebut.

 

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan warga untuk melintasi jembatan itu adalah nekat berjalan kaki di reruntuhan jembatan yang ambruk untuk dapat mencapai sisi sungai yang lainnya.

 

Caranya, warga memasang tangga setinggi 15 meter pada sisa penyangga jembatan. Kemudian turun menuju badan jembatan yang ambrol dan berada di bawah, lalu berjalan menapaki reruntuhan jembatan dan batu-batuan, kemudian menaiki tangga lagi pada sisi tiang penyangga di seberangnya.

 

Tangga yang terbuat dari besi itu cukup licin digunakan saat hujan turun. Belum lagi, arus sungai yang deras dan bebatuan besar yang ada di bawahnya sangat membahayakan dan dapat merenggut korban jika ada yang terjatuh. “Setiap hari ya harus melintasi jembatan ini, tidak ada akses jalan lain antara rumah saya ke sekolah,” kata Dwi Sholihati, Rabu (30/1/2019).

 

Sebenarnya, Dwi merasa takut setiap kali harus naik turun tangga di jembatan itu. Namun, rasa takutnya itu dia buang jauh-jauh demi dapat menularkan ilmu kepada anak didiknya. “Mau gimana lagi, karena sudah kewajiban untuk mengajar, jadi harus dilaksanakan,” ucapnya.

 

Dia berharap, pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut. Setidaknya, ada jembatan darurat yang dibangun agar warga tidak perlu bertaruh nyawa ketika ingin menyeberangi Kali Keruh. “Saya harap jembatannya segera dibangun, paling tidak ada jembatan daruratlah,” ujarnya berharap.

 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang pada hari itu meninjau lokasi jembatan tersebut, langsung mengambil langkah cepat. Dia langsung memerintahkan dinas terkait termasuk kepada Pemkab Pekalongan segera membuatkan jembatan bailey, jembatan darurat yang terbuat dari besi.

 

“Saya minta jembatan darurat segera dibuat. Dengan jembatan darurat itu, maka masyarakat akan nyaman saat melintasi jembatan. Tidak seperti sekarang, masyarakat harus naik turun tangga demi menyeberang ke sisi sungai lainnya yang sangat membahayakan,” kata dia.

 

Pembuatan jembatan bailey, lanjut dia, tidak membutuhkan waktu lama. Setidaknya, paling lama satu bulan jembatan bailey dapat terpasang.

 

“Lihat saja cerita ibu Atik dan ibu Dwi tadi, mereka menantang maut hanya untuk menyeberang sungai demi mengajar. Tentu saya sangat mengapresiasi dan alasan ini pula yang membuat pembuatan jembatan darurat harus dipercepat,” imbuhnya.

 

Ganjar menambahkan, pihaknya juga akan mempercepat pembangunan jembatan utama Kali Keruh Pekalongan itu. Dia memastikan bahwa pembangunan jembatan yang ambrol diterjang banjir itu akan dilakukan tahun ini.

 

“Tahun ini saya pastikan jembatan Kali Keruh dibangun, kami percepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” tambahnya.

 

Anggaran sebesar Rp17 miliar sudah disiapkan Pemprov Jateng untuk membangun kembali jembatan penghubung Pekalongan-Pemalang tersebut. Sebenarnya, pembangunan jembatan membutuhkan anggaran Rp18 miliar.

 

“Nanti yang Rp1 miliar biar ditanggung Bupati Pekalongan. Prinsipnya gotong royong dalam menanggulangi bencana ini harus terus terwujud,” imbuh Ganjar.

 

Pembangunan jembatan Kali Keruh menjadi hal prioritas. Tahun ini pembangunan harus selesai, karena anggaran yang digunakan masuk tahun anggaran 2019.

 

Meski dituntut cepat, dia berpesan agar proses pembangunannya tetap menjaga integritas. Dia mewanti-wanti agar tidak ada yang main-main dalam pembangunan jembatan.

 

“Saya minta lelangnya tidak ada yang main-main, integritas dijaga kalau perlu dipelototi agar tidak ada pelanggaran. Masyarakat silakan ikut mengawasi, kalau ada hal yang tidak baik, langsung laporkan ke saya,” pungkasnya.(lhr/Bn1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here