Viral Kisah Horor KKN Desa Penari, Ini Faktanya

BNews—NASIONAL—Viral di media sosial terkait tagar #KKNDesaPenari beberapa waktu lalu. Tidak butuh waktu lama tagar tersebut menjadi trending topic di twitter terkait Desa Penari.

Dibalik tagar viral tersebut ternyata ada kisah menyeramkan. Berawal cerita yang dibagikan oleh akun @SimpleM81378523 pada Sabtu (24/8) itu berisi ulasan kisah mistis pengalaman 6 orang mahasiswa. Dimana mahasiswa tersebut menjalankan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di sebuah desa di Jawa Timur yang namanya dirahasiakan.

Mahasiswa tersebut diantaranya yakni Widya, Nur, Ayu, Wahyu, Bima, dan Anton. KKN dilaksanakan di sebuah desa yang berada di daerah paling timur di Pulau Jawa. Pengalaman KKN yang semestinya berkesan tersebut, justru berubah menjadi horor menakutkan. Karena ketika ada pantangan-pantangan dan norma-norma yang dilanggar oleh para mahasiswa KKN.

Dalam cerita tersebut, dikisahkan 2 dari 6 mahasiswa tersebut, meninggal karena melanggar peraturan di desa tempat mereka KKN.  Keduanya juga diceritakan melakukan praktik ilmu pelet dengan melibatkan sosok mistis yang ada di desa tersebut. Tak ayal cerita seram ini cukup menarik perhatian publik, bahkan sampai sempat dibahas oleh Raditya Dika di segmen paranormal experience di YouTube miliknya.

Seiring viralnya kisah horror ini, banyak perdebatan yang muncul. Banyak warganet yang menyangsikan cerita tersebut. Dan sebagian dari mereka menganggap bahwa cerita tersebut asli dan benar-benar terjadi. Namun sebagian lain menyangsikannya dan beranggapan bahwa cerita itu sudah “dibumbui”. Meskipun semua nama lokasi, dan latar ditulis secara fiktif, namun dikalaim jika cerita ini berdasarkan kisah nyata.

Dibalik semua itu terdapat kenyataan yakni antara lain :

  • Peristiwa 10 Tahun Lalu

Cerita horor KKN di Desa Penari bersetting pada tahun 2009, dimana sekelompok mahasiswa angkatan 2005/2006 berencana untuk melakukan KKN. KKN tersebut rencananya bakal berlangsung selama 6 minggu, para mahasiswa ini menginap di sebuah desa terpencil yang berada di daerah timur Pulau Jawa.

BACA JUGA : KONTROVERSI DISERTASI MAHASISWA UIN JOGJA HALALKAN HUBUNGAN INTIM DI LUAR NIKAH

  • Ditulis Secara Rinci Oleh Akun Anonim

Kisah KKN di Desa Penari pertama kali viral ketika dibagikan oleh akun Twitter @SimpleM81378523. Hingga saat ini belum diketahui siapa dibalik akun @SimpleM81378523, akun tersebut masih anonim. Viralnya kisah KKN di Desa Penari menarik perhatian Raditya Dika, bahkan Raditya dan tim mencoba menghubungi akun twitter tersebut melalui Direct Message, namun tak juga ditanggapi.

  • Terdapat Dua Versi Tulisan

Ada dua versi kisah horor KKN di Desa Penari yakni dari versi cerita Widya dan versi cerita Nur. Kedua versi cerita tersebut menceritakan bagaimana kejadian-kejadian mistis yang dialami oleh para mahasiswa KKN dari pengalaman Widya dan Nur.

  • Dibuat Akun Tim Pencari Fakta

Kepopuleran kisah ini, membuat netizen pun berinisiatif mencari lokasi TKP Desa Penari. Bahkan, ada Tim Pencari Fakta KKN Desa Penari. Asumsi muncul dari inisial yang disebut oleh Simple Man si penulis. Kota inisial B, kecamatan K, alas/hutan D, desa W. Pilihan mengerucut ke Bondowoso dan Banyuwangi. Bondowoso karena di thread disebutkan waktunya sekitar 4 jam dari kota S (Surabaya). Hutan inisial D adalah hutan Dadapan yang lokasinya di Bondowoso. Namun sayangnya di Bondowoso nggak pakai logat bahasa Jawa halus. Lebih menggunakan bahasa Madura.

Jadi opsi lainnya adalah Banyuwangi. Banyuwangi memang identik dengan penari. Ada banyak hutan yang angker juga.

Asumsi selanjutnya adalah K adalah Kecamatan Kalibaru dan hutan D adalah manipulatif. Hutan yang dimaksud adalah alas purwo atau alas Gumitir.

Alas Gumitir lebih masuk akal karena siapa sih orang yang mau KKN di alas Purwo. Simple Man selaku penulis pun mengatakan sendang itu bukan lokasi TKP Desa Penari.(Internet/bsn)

2 Comments
  1. bijaksana says

    moral : jangan terlalu percaya / sekalian aj ga percaya pada cerita mistik yg melibatkan mahasiswa dengan plot si mahasiswa mempraktekkan ilmu ghaib..kan mahasiswa itu belajar tinggi untuk mengatasi kebodohan.bukan malah jadi goblok IQ jongkok..namun melihat fenomena masyarakat yang percaya ya mau gimana lagi,berarti pendidikan di negara ini sudah gagal total 😂

    1. BNews 2 says

      Pemahaman dan kepercayaan berbeda beda kakak…tapi argument anda ada benarnya juga. Namun adat budaya dan tradisi terkait hal terbut sudah mendarah daging di beberapa kalangan masyarakat Indonesia 😀

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: