Wajib Mampir! Piyu Padi Reborn Buka Warung Kopi Unik di Jogja

BNews—JOGJAKARTA— Sepintas tak tampak ada yang istimewa di kedai kopi yang terletak di Jalan Kaliurang KM4,5 Jogjakarta ini. Namun begitu menengok judul menu yang disajikan pasti jadi tak asing lagi.

Terlebih bagi Sobat Padi, sebutan penggemar Band Padi) ada kopi ’Kasih Tak Sampai’ yang merupakan blended dari expresso, freshmilk dan rum syrup. Adapula minuman ’Firasatku’ yaitu, campuran dari susu segar dan sirup pandan.

Ada pula ’Seperti Kekasihku’ yaitu; susu, teh dan gula aren. Uniknya lagi, di-cup kopi tersebut tertulis lirik-lirik lagu Padi.

Nama-nama minuman ini ternyata tidak lepas dari peran serta salah satu personil band Padi Reborn, Piyu (gitaris). Ditemui disela grand opening ’Kopinya Piyu’, Minggu (21/02), pria bernama asli Satrio Yudi Wahono bercerita, kedai kopinya di Yogya ini merupakan yang pertama di Indonesia dari rencana 9 tempat di kota lain. 

Piyu menjelaskan, dirinya sengaja memilih Jogjakarta sebagai kota pertama dibukanya ’Kopinya Piyu’. Ia mengaku memiliki kenangan mengesankan di kota ini.

”Karena Saya punya kenangan tersendiri tentang kota ini. Saya pernah melamar mantan Saya di sini,” candanya.

Kedai kopi jadi pilihan Piyu meski bisa dibilang dia bisa saja buka sebuah restoran. Itu karena, kedai kopi merupakan salah satu tempat untuk bisa mendekatkan teman-teman kreatif di Jogja. Dan saat ini kondisi tidak memungkinkan untuk membuka kafe.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

“Makanya kita membuka coffeshop kekinian untuk sekedar tempat ngobrol, diskusi, bertemu dengan relasi ataupun teman, tanpa keramaian. Meski memang tempatnya sendiri terbatas,” jelasnya.

Piyu menambahkan, ke depan industri musik sudah berkembang ke digital. ”Jadi bukan hanya asal kita bikin tempat kopi. Tapi kita bikin tempat kreatif dan orang juga nikmat di sini sembari menikmati kopi,” kata Piyu.

Disinggung nama minuman yang memakai judul-judul lagu Padi, Piyu mengibaratkan setiap karya bisa di monetize. Tak sekadar monetize efek ekonomi dari youtube, tapi monetize itu mentransfromasi sebuah karya menjadi karya yang lain.

”Misal dulu Saya pernah bikin buku dari judul lagu, buku ’Sesuatu Yang Indah’. Kalau sekarang judul lagu bisa dijadikan menu kopi kan, menjadi sesuatu yang spesial. Akhirnya nanti, judul lagu juga bisa jadi lukisan, animasi, dan lain-lain. Ini semua bisa memberikan manfaat ekonomi,” terang Piyu.

”Makanya kenapa aku bikin kedai kopi, karena ingin lebih dekat aja dengan masyarakat dan tidak ada gap sendiri , bikin segmen yang terlalu jauh, saya ingin lebih ke anak muda dan terjangkau,” imbuh dia.

’Kopinya Piyu’ menyediakan sekitar 20 varian minuman dan harga mulai dari Rp14 ribu. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: