Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sesak Napas hingga Meninggal, Wanita 300 Kg di Sragen Dimakamkan dengan Bantuan 35 Relawan

Sesak Napas hingga Meninggal, Wanita 300 Kg di Sragen Dimakamkan dengan Bantuan 35 Relawan

  • calendar_month Rab, 5 Agu 2026


BNews—JATENG — Proses pemakaman seorang perempuan berinisial I (39), warga Sragen Tengah, Kabupaten Sragen, berlangsung berbeda dari biasanya. Almarhumah yang memiliki bobot sekitar 300 kilogram dimakamkan dengan bantuan puluhan relawan gabungan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mbah Balak, Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Selasa (4/8/2026) sore.

Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 17.23 WIB. Jenazah ditempatkan di dalam peti berwarna putih tanpa penutup, kemudian diturunkan ke liang lahat menggunakan teknik vertical rescue oleh personel gabungan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen, Triyono Putro, mengatakan proses pemakaman melibatkan lebih dari 35 personel dari berbagai unsur, mulai dari relawan, Sukapura Sragen, Damkar, PMI, hingga masyarakat sekitar.

“Tim gabungan kami sekitar lebih dari 35-an personel, mereka terdiri dari relawan, Sukapura Sragen, Damkar, PMI membantu masyarakat menggunakan teknik vertical rescue. Bersama teman-teman saat ini alhamdulillah bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut Triyono, persiapan pemakaman membutuhkan waktu sekitar dua jam, termasuk penyiapan lokasi dan penggalian liang lahat.

“Persiapannya sekitar 2 jam untuk pelaksanaan setting-nya, pelaksanaan penggalian kuburnya, dan semuanya ready. Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Ia menjelaskan, proses menurunkan jenazah ke liang lahat berlangsung sekitar 20 menit dan berjalan lancar.

CEK BERITA UUPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Untuk proses penurunan jenazah sekitar 20 menit, alhamdulillah bisa dengan lancar. Masyarakat bersama keluarga juga menyaksikan saat penurunan jenazah.”

Triyono menyebut, peristiwa tersebut merupakan yang pertama kali terjadi di Kabupaten Sragen.

“Ya, untuk di Sragen seperti ini (pertama kali),” terangnya.

Sempat Dievakuasi dari Rumah

Sebelum meninggal dunia, almarhumah sempat dievakuasi dari rumahnya pada Senin (3/8/2026) karena mengalami sesak napas. Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan melibatkan sedikitnya 12 personel gabungan.

Petugas yang terlibat dalam evakuasi, Rizky, mengungkapkan bahwa kondisi pasien saat itu mengalami kesulitan bernapas.

“Kondisi mbaknya sesak napas, kesulitan bernapas. Sebelumnya memang pernah mondok di RSUD, sempat membaik, tapi ini tadi sesak lagi.”

Ia menambahkan, berdasarkan informasi keluarga, berat badan pasien yang sebelumnya sekitar 250 kilogram kini diperkirakan mendekati 300 kilogram.

“Berat badan dulu itu 250 kilo, tapi itu sudah setengah tahun yang lalu. Infonya tadi segitu hampir 300 kilo,” lanjut dia.

Proses evakuasi terkendala akses rumah yang sempit. Pasien berada di kamar bagian belakang dengan lebar pintu kurang dari satu meter sehingga petugas harus menggeser tempat tidur secara perlahan menuju ruang tamu.

“Akses pintu kamarnya sempit, nggak sampai satu meter. Sementara beliau badannya lumayan besar dan sudah tidak bisa jalan. Jadi tadi kami harus geser kasurnya dulu perlahan bersama beliaunya sampai ke ruang tamu,” ungkapnya.

Selain akses rumah, petugas juga menghadapi kendala keterbatasan alat karena tandu ambulans standar hanya mampu menahan beban sekitar 150 kilogram.

“Kita sempat putar otak karena tandu standar itu maksimal hanya untuk beban 150 kg. Akhirnya ada opsi pakai tandu basket milik Damkar. Itu sebenarnya untuk evakuasi di ketinggian, tapi karena kuat menahan beban lebih dari 300 kg dan ada pengamannya, itu yang kami gunakan,” tutur Rizky.

Ia menyebut proses evakuasi tersebut melibatkan personel dari PMI, BPBD, Damkar, PSC 119, serta dibantu warga sekitar.

“Tadi kurang lebih ada 12-an orang, yang di sana, yang bantu evakuasi,” ucapnya.

Dirawat di ICU Sebelum Meninggal

Suami almarhumah, Enggar, mengatakan istrinya telah mengalami sesak napas selama tiga hari sebelum akhirnya harus dibawa ke rumah sakit.

“Dari tiga hari lalu itu memang sudah sesak ya, sudah sesak napas. Tapi yang paling parah kemarin. Lemas, terus dievakuasi, akhirnya didiagnosa memang ya sesak napas, terus jantungnya penuh air,” ucapnya.

Setelah mendapatkan penanganan di RSUD Soehadi Prijonegoro, kondisi pasien sempat stabil. Namun, saat akan dipindahkan dari ICU ke ruang perawatan, kondisinya kembali menurun.

“Ya kemarin langsung di IGD, langsung ICU. Mau dibawa ke bangsal sudah nggak sadar. Pas baru datang stabil banget. Terus jam 3-an habis Ashar itu mau pindah bangsal, dia bubuk (tidur). Dia tidur terus dibangunin nggak bisa,” terangnya.

Almarhumah akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Meninggal tadi siang sekira pukul 11.00 WIB,” pungkasnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less