Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Realisasi Investasi Kabupaten Magelang Capai Rp4,647 Triliun hingga 2026

Realisasi Investasi Kabupaten Magelang Capai Rp4,647 Triliun hingga 2026

  • calendar_month 49 menit yang lalu

BNews-MAGELANG – Pemerintah Kabupaten Magelang mendorong investasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi usaha.

Komitmen tersebut menjadi penekanan dalam kegiatan Magelang Growth Investment in Collaboration (MAGiC) 2026 yang digelar di GOR Gemilang, Kabupaten Magelang, Selasa (27/10/2026). Mengusung tema Investasi untuk Pemberdayaan Masyarakat, forum ini menjadi ajang promosi peluang investasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, investor, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Kabupaten Magelang harus selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang daerah. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat perlu menjadi tujuan utama dalam kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

“Pemerintah Kabupaten Magelang tentu berharap investasi yang ada nanti selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang di Kabupaten Magelang, khususnya terkait pemberdayaan masyarakat. Kami melihat investasi, pemerintah, dan dunia usaha itu muaranya adalah pemberdayaan masyarakat,” ujar Grengseng.

Meski tidak dapat hadir secara langsung karena sedang dalam perjalanan, Grengseng menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Magelang untuk mendampingi investor dalam memenuhi persyaratan perizinan. Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin proses perizinan menjadi penghambat masuknya investasi.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Pemerintah daerah Kabupaten Magelang tidak akan mempersulit. Kami berharap investasi yang ada merupakan investasi berkelanjutan, dengan arah pemberdayaan masyarakat sebagai pedoman kami dalam mendampingi para pengusaha dan investor untuk berkolaborasi,” tegasnya.

Grengseng menilai Kabupaten Magelang memiliki keunggulan komparatif yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sejumlah sektor yang dinilai berpotensi dikembangkan antara lain pariwisata, pertanian, industri rumah tangga, dan industri mikro.

Pengembangan berbagai sektor tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak perekonomian daerah sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat.

Ia juga menyinggung pengembangan Tumpeng Menoreh di Desa Ngargoretno sebagai salah satu inspirasi investasi yang dapat dikembangkan di wilayah lain. Kolaborasi dengan investor dan pelaku usaha dinilai penting agar potensi daerah tidak hanya menjadi keunggulan alam, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga.

Wakil Bupati Magelang Tekankan Investasi yang Melibatkan Masyarakat

Sementara itu, Wakil Bupati Magelang Sahid saat membuka MAGiC 2026 menyampaikan bahwa Kabupaten Magelang memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, UMKM, dan usaha lokal.

Lebih dari 70 persen pemanfaatan ruang di Kabupaten Magelang digunakan untuk kegiatan pertanian. Kondisi tersebut turut membentuk kehidupan sosial masyarakat, semangat gotong royong, serta kearifan lokal yang perlu dipertahankan dalam proses pembangunan daerah.

Menurut Sahid, pengembangan investasi harus memperhatikan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan usaha, mulai dari penyediaan tenaga kerja hingga pasokan bahan baku.

“Investasi perlu kita pandang bukan hanya sebagai aktivitas ekonomi yang berorientasi pada keuntungan usaha, tetapi juga sebagai salah satu instrumen pembangunan yang dapat memperluas kesempatan kerja, mengembangkan usaha lokal, meningkatkan keterampilan masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” kata Sahid.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Ia menjelaskan, investor memiliki sejumlah pertimbangan bisnis, seperti efisiensi, kualitas, ketepatan waktu, dan kepastian pasokan. Oleh karena itu, masyarakat perlu dipersiapkan agar mampu menjadi mitra usaha yang kompetitif.

Di sisi lain, dunia usaha diharapkan dapat membuka ruang kemitraan yang realistis dan saling menguntungkan sehingga masyarakat memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam rantai ekonomi investasi.

Sahid mencontohkan pengembangan Tumpeng Menoreh sebagai model investasi yang melibatkan masyarakat dan layak menjadi inspirasi bagi pengembangan usaha di wilayah lain.

“Investasi berjalan dan kondusif karena masyarakat terlibat dan dilibatkan,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki rantai nilai yang panjang dan dapat menjadi media pemasaran produk unggulan Kabupaten Magelang. Kunjungan wisatawan diharapkan mampu menggerakkan usaha lokal sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat.

Ia juga berharap pemanfaatan ruang untuk kegiatan pariwisata memberikan kesempatan kepada masyarakat pemilik tanah agar dapat terlibat secara optimal dan tidak tersisih dari perkembangan investasi.

Sahid menambahkan, pemberdayaan masyarakat tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, atau pertemuan antara investor dan; pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Upaya tersebut harus diwujudkan melalui kolaborasi konkret yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Realisasi Investasi Kabupaten Magelang Capai Rp4,647 Triliun

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Magelang, Budi Daryanto, menyampaikan bahwa MAGiC 2026 merupakan penyelenggaraan kedua. Kegiatan ini bertujuan mempromosikan peluang investasi inklusif yang tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Budi memaparkan, realisasi investasi Kabupaten Magelang selama periode 2021–2025 mengalami fluktuasi. Realisasi tertinggi terjadi pada 2023 dengan nilai Rp1,184 triliun, sedangkan realisasi terendah tercatat pada 2021 sebesar Rp312,8 miliar.

Adapun realisasi investasi pada 2026 hingga Triwulan III diperkirakan mencapai Rp513,22 miliar. Dengan demikian, akumulasi realisasi investasi sejak 2021 hingga Triwulan III 2026 diperkirakan mencapai Rp4,647 triliun.

Menurut Budi, pengembangan investasi inklusif diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan pemerataan manfaat pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Magelang.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Peluang investasi di daerah ini juga didukung pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen yang ditargetkan mencapai tahap konstruksi hingga 2028. Peningkatan konektivitas tersebut diharapkan mempermudah akses menuju Kabupaten Magelang sekaligus meningkatkan daya tarik daerah bagi investor.

Melalui MAGiC 2026, Pemerintah Kabupaten Magelang berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat semakin konkret. Keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari terbukanya lapangan kerja; berkembangnya usaha lokal, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan MAGiC 2026 turut menghadirkan Pengelola Tumpeng Menoreh, Erik Kristanto, serta Guru Besar Fakultas Ekonomika dan; Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Prof. Dr. Wihana Kirana Jaya, sebagai narasumber. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less