Wawancara Eksklusif: Perjalanan ’Mistis’ Pemuda Borobudur yang Hilang di Kali Progo

BNews—BOROBUDUR— Kisah mistis diceritakan seorang pemuda, Tri Hanis, warga Dusun Kerekan, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur yang sempat hilang sehari semalam di Kali Progo. Selama hilang, ia mengaku disesatkan makhluh halus hingga berada di dunia lain yang sangat asing.

Borobudur News berhasil melakukan wawancana eksklusif dengan Hanis di rumahnya di Dusun Kerekan RT02/RW10, Rabu (12/8). Dalam kondisi fisik yang masih lemah dan terbaring di ranjang, ia mencoba mengingat-ingat pengalaman mistis yang dialami selama hilang.

Hanis mengatakan, sebelum dinyatakan hilang di Kali Progo pada hari Senin (10/8), ia terlebih dahulu berangkat ke Wates, Kulon Progo untuk menjala ikan. Ia berangkat dari rumah pada Minggu (9/8) sekitar pukul 16.30 WIB.

”Biasanya berdua dengan teman. Tapi akhir-akhir ini saya berangkat sendirian,” kata dia dengan nada lirih.

Karena tak mendapat tangkapan, ia akhirnya mampir ke Lodon Sambeng di Kali Progo. Saat tiba di sana, Senin (10/8) sekitar pukul 03.00 WIB, ia bertemu dengan pencari ikan lain bernama Parmo, 58, warga Desa Sambeng.

Dari tempat memarkirkan motornya, ia melihat seseorang berjalan mondar mandir sambil merokok di bibir sungai. Karena penasaran, Hanis bertanya kepada Parmo sosok asing yang dilihatnya.

”Yang merokok di bawah itu siapa?” tanya Hanis. ”Mana? Tidak ada kok,” jawab Parmo.

Loading...

Keduanya sempat berdebat sebelum akhirnya menghampiri sosok misterius tersebut. Saat berjalan 100 meter menuju lokasi, ternyata orang yang dimaksud sudah menghilang.

”Saya lalu pamit ke Parmo naik ke atas untuk tidur. Sementara dia turun menjala ikan. Saat perjalanan naik saya sudah tidak ingat apa-apa,” jelas pria yang mengenakan kaus merah itu.

Sekitar pukul 06.00 WIB, Parmo kembali ke Ladon Kali Progo. Dan menemukan sepeda motor, jala dan kepis (tempat ikan) milik Hanis. Namun, korban tidak terlihat. Hanis pun dinyatakan hilang. Kuat dugaan, dalam perjalanan saat akan kembali ke tempat parkir kendaraannya, Hanis disesatkan makhluk gaib.

”Saya belum bisa mengingat. Hanya sata merasa sudah di alam berbeda. Dunianya aneh,” terangnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Di alam gaib tersebut, ia melihat kerumunan orang berkostum dengan topeng dayak. Menari-nari.  Suasananya bukan lagi di sungai, tapi sudah di semak-semak rimbun.

”Saya terus saja berjalan. Selama perjalanan banyak orang yang saya temui. Saya tidak kenal mereka. Saya bisa lihat mereka tetapi mereka tidak bisa melihat saya,” ungkapnya.

Paginya, pada hari Selasa sekitar pukul 06.00 WIB, Hanis ditemukan seorang petani bernama Sriana yang hendak meladang. Ia ditemukan di bawah jembatan di bawah pohon gayam kawasan Dusun Wonojoyo.

”Adik saya ditemukan dalam kondisi linglung. Karena tidak bisa bicara, akhirnya dibawa ke rumah Sriana. Saat itu pakaiannya sudah tidak lengkap,” sahut kakak kedua Hanis, Yulianto.

Yulianto sangat bersyukur sang adik ditemukan dengan selamat. Namun, celana panjang dan jaket jumper merah yang semula dipakai, hilang entak kemana. Hanis ditemukan hanya mengenakan kaus dan celana pendek.

”Di dalam celana panjang ada HP dan kunci sepeda motor ikut hilang. Tidak apa-apa hilang (barang-barang). Yang penting nyawanya selamat,” pungkas dia. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: