Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » 10 Tahun Bertugas Dengan Satu Mata, Kisah Seorang Polisi Tetap Semangat Mengabdi

10 Tahun Bertugas Dengan Satu Mata, Kisah Seorang Polisi Tetap Semangat Mengabdi

  • calendar_month Sel, 10 Okt 2023

Terungkaplah pelajaran yang diperoleh Kombes Ade Ary setelah mengunjungi Aipda Rully.

“Saya banyak belajar dari Aipda Rully yang selalu bersemangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota Polri serta sebagai kepala keluarga,” ucap Kapolres dalam akun Instagram pribadinya.

Diketahui, mata kiri Aipda Rully telah kehilangan penglihatan, sedangkan jarak pandang di mata kanannya hanya sekitar dua meter. Ia didiagnosis menderita ablasio retina.

Aipda Rully pertama kali merasakan sesuatu yang tidak beres dengan matanya pada tanggal 7 September 2013 atau tepat pada hari pernikahannya dengan sang istri, Linda Triningsih (34).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Jadi saat saya mengucapkan ijab kabul, pada saat itu saya baik-baik saja. Tapi pada hari yang sama, saat saya dipajang di pelaminan, saya melihat tamu undangan berwarna merah darah,” kata Aipda Rully saat ditemui di rumahnya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa (26/9/2023) malam.

Aipda Rully memutuskan untuk berobat ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, untuk menjalani operasi.

Namun, setelah menjalani operasi tersebut, mata kiri Aipda Rully tidak dapat diselamatkan.

Empat tahun kemudian, ketika sedang mengurus SPT Pajak di Jalan TB Simatupang, mata kanan Aipda Rully juga mengalami masalah.

“Saat saya sedang mengurus itu, saya melihat orang-orang berbayang. Pada saat itu saya langsung menelepon istri untuk menjemput saya karena mata saya sudah tidak normal lagi,” ujar Aipda Rully.

Berbeda dengan mata kiri yang tidak dapat diselamatkan, mata kanan Aipda Rully masih dapat berfungsi meskipun dengan jarak pandang yang terbatas.

Ia mengaku merasa terpuruk ketika mengetahui bahwa ia hanya dapat melihat dengan satu mata. Apalagi pada saat itu, karirnya di kepolisian masih sangat baru.

“Saya pun hanya manusia, saya juga ingin sukses, saya juga ingin memiliki karir yang baik. Tapi Allah telah menetapkan takdir-Nya. Pada saat itu saya merasa tertekan, ya, saya hampir gila,” ungkap Aipda Rully yang terisakkan.

Namun, Aipda Rully merasa beruntung memiliki keluarga yang terus memberikan dukungan. Baginya, keluarga adalah motivasi terbesar untuk bangkit dari kehancuran.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Alhamdulillah, saya bersyukur masih memiliki keluarga yang selalu ada untuk saya. Tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang tidak mampu. Semua pasti bisa. Tidak ada penyakit yang tidak dapat sembuh. Saya yakin bahwa Allah menyayangi saya dan keluarga saya,” ucapnya.

Dengan kondisinya saat ini, ia diberi dispensasi oleh pimpinan.

Aipda Rully diizinkan masuk kantor hanya beberapa hari dalam seminggu. Namun, ia memilih untuk tetap bekerja seperti biasa.

“Kenapa tidak? Pimpinan masih mempercayai saya. Setia dalam mendukung negara dan pimpinan. Nama saya besar di kepolisian, dan saya makan dari gaji saya sebagai polisi, tidak peduli apa yang orang katakan tentang polisi,” kata Aipda Rully.

“Selama Kaki ini masih … (KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less