109 Perusahaan di KEK Kendal! Kawasan Industri Jateng Makin Diburu Investor
- calendar_month Kam, 12 Feb 2026

Kawasan Industri Jateng Makin Diburu Investor
BNews-JATENG– Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jawa Tengah masih menjadi magnet utama bagi investor untuk menanamkan modalnya. Keberadaan kawasan tersebut dinilai mampu memberikan kenyamanan sekaligus kepastian usaha bagi para pelaku investasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellsari mengatakan, kawasan industri memiliki daya tarik kuat dalam mendongkrak pertumbuhan investasi di daerah.
“Pelaku usaha akan nyaman karena fasilitas yang sudah disediakan oleh pengelola kawasan industri,” kata Sakina dalam acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (Keris) Jawa Tengah, di Semarang, Rabu 11 Februari 2026.
Sebaran Perusahaan di KEK dan Kawasan Industri Jateng
Berdasarkan pendataan hingga akhir 2025, jumlah perusahaan yang beroperasi di berbagai kawasan industri dan KEK di Jawa Tengah terus menunjukkan pertumbuhan.
Di KEK Kendal tercatat terdapat 109 perusahaan. Sementara itu, KEK Indutropilolis Batang dihuni 48 perusahaan. Di Kawasan Industri Candi Semarang terdapat 47 perusahaan, Kawasan Industri Terboyo Semarang 31 perusahaan, dan Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang 24 perusahaan.
Selain itu, Bukit Semarang Baru (BSB) Industrial Park menampung 17 perusahaan, Jateng Land Park Sayung Demak 12 perusahaan, Batang Industrial Park 5 perusahaan, serta 3 perusahaan di kawasan lainnya seperti Kawasan Industri Cipta dan LIK Bugangan Baru Semarang.
Sakina menjelaskan, kawasan industri tersebut saat ini masih terkonsentrasi di empat daerah, yakni Kota Semarang, Demak, Kendal, dan Batang. Sementara kabupaten/kota lainnya masih berstatus kawasan peruntukan industri.
“Harapannya ada lebih banyak lagi kawasan industri yang tumbuh di Jawa Tengah,” ujarnya.
Ia pun mengajak 31 kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah yang memiliki kawasan peruntukan industri untuk segera mengajukan peningkatan status menjadi kawasan industri.
Pantura Masih Jadi Primadona, Tengah dan Selatan Jateng Dinilai Potensial
Sakina mengakui, kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah masih menjadi magnet bagi investor karena didukung akses infrastruktur jalan tol. Meski demikian, kawasan tengah dan selatan Jawa Tengah dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Kawasan tengah dan selatan juga potensial untuk didorong menjadi kawasan melalui investment project to ready offer (IPRO) yang siap ditawarkan kepada calon investor, salah satunya melalui investment challenge oleh Bank Indonesia,” urainya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Pada 2025, tercatat sudah ada 17 proposal dari 13 kabupaten/kota yang mengajukan investment challenge. Ke depan, diharapkan seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dapat berpartisipasi.
Menurut Sakina, penyelenggaraan investment challenge yang didukung Bank Indonesia akan menghasilkan IPRO yang siap ditawarkan kepada investor, lengkap dengan analisa ekonomi, sosial, serta potensi industri di masing-masing daerah.
Gubernur Jateng Dorong Pembentukan Kawasan Ekonomi Baru
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melalui berbagai kesempatan juga mendorong pemerintah daerah untuk menciptakan kawasan ekonomi dan kawasan industri baru di wilayah masing-masing.
Beberapa daerah yang telah merespons antara lain Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banyumas, Brebes, Batang, Kendal, Demak, Semarang; dan Rembang dengan menyiapkan potensi kawasan ekonomi dan industri baru.
“Potensinya besar dan banyak yang harus di kerjakan. Adanya kawasan ekonomi dan kawasan industri akan memudahkan untuk investasi sehingga dapat mendorong perekonomian,” kata Ahmad Luthfi beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, berbagai kemudahan investasi terus diperkuat di Jawa Tengah, mulai dari penguatan kawasan industri; percepatan perizinan, hingga menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.
Investasi Jateng 2025 Tertinggi dalam 10 Tahun
Sebagai informasi, realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp88,50 triliun. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Berdasarkan rilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026; realisasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun.
Capaian ini menunjukkan kepercayaan investor yang terus menguat terhadap iklim investasi di Jawa Tengah; sekaligus mempertegas posisi kawasan industri dan KEK sebagai motor penggerak ekonomi daerah. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2




Saat ini belum ada komentar