118 Warga Salaman Masih Mengungsi

BNews—SALAMAN— Ratusan pengungsi bencana tanah longsor Salaman Magelang bertahan di lokasi pengungsian (9/3/2020). Mereka merupakan warga Dusun Kranjang Lor, Desa Sidosari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.

Mereka diketahui mengungsi sejak Kamis malam lalu (5/3/2020). Sebelumnya warga yang mengungsi sebanyak 215 jiwa, sekarang masih 118 jiwa.

Mereka mengungsi di rumah mantan kepala desa yang dijadikan posko pengungsian. Pengungsian tersebut dilakukan karena tanah yang mereka tempati bergerak.

Berdasarkan data yang ada di Posko Lapangan Desa Sidosari, adapun yang mengungsi tersebut berasal 59 rumah tangga yang terdiri 68 kepala keluarga (KK) atau 118 jiwa. Sedangkan tadi anak-anak yang berada di posko pengungsian mendapatkan pendampingan dari relawan.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakanpihaknya telah meminta bantuan dari ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Provinsi Jawa Tengah dan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) Bandung. Bantuan itu untuk melakukan kajian.

“Selain di Sidosari, di Kajoran, Salamkanci, Kenalan (Borobudur) juga dilakukan kajian,” katanya.

Edi berharap setelah dialkukan pengkajian akan turun rekomendasi. “Melalui rekomendasi itu kita akan memperoleh informasi yang baik untuk menentukan langkah berikutnya,” imbuhnya.

Edy menambahkan, sampai sekarang warga masyarakat di Dusun Kranjang Lor, Desa Sidosari, masih mengungsi. “Sampai sekarang masyarakat yang terancam di bawah masih mengungsi ada 118 jiwa yang mengungsi. Yang mengungsi berkurang dari mereka sebagian ngungsinya di keluarganya atau di wilayah lain, jadi tidak mengungsi di desa itu,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: