2 Destinasi Wisata Candi di Magelang Kembali Dibuka, Begini Aturan Bagi Pengunjung

BNews—MAGELANG—Destinasi wisata Candi Mendut dan Pawon di Kabupaten Magelang kembali dibuka. Setelah sebelumnya sempat ditutup akibat pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso menuturkan wisatawan belum diperbolehkan naik ke atas candi. Sehingga hanya dibatasi di halaman candi saja.

”Daya tarik wisata Candi Mendut dan Pawon sudah buka per tanggal 8 Juli 2020. Pembukaan kembali dengan protokol kesehatan,” tuturnya, beberapa waktu lalu. Dikutip dari Tribun.

Dia menjelaskan, pembukaan sesuai surat izin dari Bupati Magelang Nomor 100/2/20/01.01/2020. Bahwa zona 1 Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon diizinkan dibuka dengan mematuhi tujuh Prinsip Dasar Persiapan Menuju Tatanan Kenormalan Baru.

”Pengelola menerapkan protokol kesehatan sesuai tujuh prinsip dasar kenormalan baru. Seperti pengunjung wajib mengenakan masker dan mencuci tangan,” jelasnya.

”Petugas akan memeriksa suhu tubuh sesuai ambang normal. Setelah itu pengunjung baru bisa membeli tiket dan dapat masuk ke area candi,” sambungnya.

Lanjut Iwan, prosedur yang diterapkan tersebut sebagai upaya untuk memastikan pengunjung dalam keadaan sehat. Kemudian untuk jumlah pengunjung dibatasi paling banyak 50 persen dari kapasitas maksimal.

Loading...

”Pertimbangannya untuk menjaga kelestarian dan menjaga jarak,” imbuhnya.

Sementara untuk harga tiketnya, kata Iwan, wisatawan nusantara dikenakan Rp10.000 dan wisatawan asing dikenakan biaya Rp20.500. Tiket tersebut merupakan tiket terusan yang dapat digunakan di Candi Mendut dan Pawon.

Iwan menyebut, destinasi wisata yang lain saat ini masih belum dibuka kembali dan masih dalam proses pengajuan. Kecuali wisata air, seperti Kalibening, TR Mendut dan Candi Umum, saat ini memang belum diperbolehkan dibuka kembali.

”Dalam pembukaan destinasi wisata ada protokol yang harus diikuti sesuai adaptasi kebiasaan baru,” papar dia.

Tambahnya, protokol itu sendiri dibagi menjadi tiga yakni bagi pengelola, pekerja, dan pengunjung. ”Ada simulasi terlebih dahulu kemudian pengunjung yang datang disosialisasikan dan pengelola mengedukasi pengunjung terkait prinsip dasar protokol kesehatan,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: