8 Bulan Pimpin Magelang, Bupati Grengseng Akui Belum Semua Janji Terwujud — Ini Alasannya!
- calendar_month Rab, 12 Nov 2025

8 Bulan Pimpin Magelang, Bupati Grengseng Akui Belum Semua Janji Terwujud Saat Serap Aspirasi Warga Pakis
BNEWS—MAGELANG— Pemerintah Kabupaten Magelang kembali menggelar Ruang Aspirasi Bupati di Kantor Kecamatan Pakis, Selasa (11/11/2025).
Kegiatan yang dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Magelang dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini dipimpin langsung oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji.
Dalam forum tersebut, Bupati Grengseng menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk mendekatkan pemerintah kepada masyarakat, sekaligus menyerap secara langsung masukan, opini, gagasan, maupun kritik sebagai bahan evaluasi pembangunan.
“Melalui ruang aspirasi ini kami akan minta saran, masukan, dan mungkin kritik dari panjenengan semua sebagai bahan perencanaan pembangunan di masa yang akan datang,” kata Grengseng Pamuji.
Setiap Kecamatan Punya Permasalahan Berbeda
Ruang aspirasi Bupati ini sebelumnya telah digelar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Magelang. Dari forum-forum tersebut, pemerintah mendapati bahwa setiap wilayah memiliki persoalan dan kebutuhan berbeda — mulai dari permintaan peningkatan infrastruktur, pengelolaan sampah, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pertanian.
Pada kesempatan itu, Bupati Grengseng juga menyampaikan permohonan maaf karena selama delapan bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Sahid, belum semua janji politik bisa diwujudkan akibat keterbatasan anggaran daerah.
Meski begitu, sejumlah program prioritas telah dijalankan, di antaranya pemberian seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP negeri di Kabupaten Magelang.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Untuk sekolah swasta dan madrasah memang belum semua bisa menerima karena keterbatasan anggaran. Semoga di anggaran 2026 bantuan seragam gratis ini bisa lebih merata bagi sekolah negeri maupun swasta,” harapnya.
Selain itu, Pemkab Magelang juga telah menyediakan fasilitas antar jemput pelajar gratis (Angkutan Aman). Saat ini sudah beroperasi di sembilan rute, dan direncanakan akan bertambah menjadi 12 rute pada 2026.
Di sektor kesehatan, pemerintah telah meluncurkan layanan rawat inap gratis bagi warga ber-KTP Magelang di rumah sakit milik Pemkab. Program ini sudah berjalan selama dua bulan, namun ke depan akan terus diperluas agar bisa melayani lebih banyak masyarakat.
Program lain yang tak kalah penting adalah beasiswa bagi pemuda berprestasi, khususnya mahasiswa baru.
“Tahun ini kami baru bisa memberikan kepada 600 penerima, namun tahun depan ditargetkan meningkat menjadi 1.000 orang,” jelas Grengseng.
Camat Pakis Paparkan Potensi dan Permasalahan
Sementara itu, Camat Pakis Rahmat Pambudi dalam laporannya menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Bupati dan jajaran Forkopimda di wilayahnya. Ia menilai ruang aspirasi merupakan wujud nyata birokrasi yang melayani secara langsung, responsif, dan solutif terhadap kebutuhan masyarakat.
Rahmat memaparkan, Kecamatan Pakis memiliki 20 desa dengan potensi besar di berbagai sektor. Di bidang pertanian, Pakis dikenal sebagai penghasil hortikultura dan bunga mawar tabur utama di Kabupaten Magelang.
Sektor perkebunan didominasi oleh kopi, sedangkan peternakan menghasilkan sapi potong, domba, ayam petelur, itik petelur, hingga kelinci.
Untuk pariwisata, Pakis memiliki destinasi populer seperti Top Selfie, Grenden, Embung Gumelem, serta berbagai desa wisata di kaki Gunung Merbabu.
Selain itu, Pakis juga dikenal dengan produk unggulan pande besi yang telah menembus pasar ekspor, serta tradisi budaya; seperti Nyadran di Gunung Balak dan pementasan wayang.
Meski demikian, Rahmat mengakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam ketergantungan; sektor pertanian terhadap cuaca, fluktuasi harga, serta keterbatasan modal UMKM.
“Dari sisi SDM, angka pernikahan di usia muda masih tinggi, keterampilan masyarakat masih sebatas produksi bahan mentah; dan yang paling perlu perhatian adalah anak tidak sekolah di Kecamatan Pakis,” jelasnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Di bidang kesehatan sosial, Kecamatan Pakis juga masih menghadapi angka stunting 16 persen, kasus gizi kurang; serta masalah sanitasi dan pengelolaan sampah. Infrastruktur jalan dan penanganan limbah pun masih perlu ditingkatkan.
“Semua ini membutuhkan sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, kabupaten, dan masyarakat. Kami percaya ruang aspirasi ini akan mempercepat pelayanan birokrasi yang efektif dan tepat sasaran,” ujar Rahmat.
Rahmat juga menyampaikan terima kasih atas berbagai program Pemkab Magelang, termasuk layanan kesehatan gratis; dan pelayanan administrasi kependudukan di kecamatan yang telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar