8 Ramalam Jayabaya Yang Benar Benar Dirasakan Sejak Tahun 2020

BNews–MAGELANG– Siapa yang tidak mengetahui sebuah nama dalam sebuah sejarah babat tanah jawa. Yakni nama “Jayabaya” seorang Raja di sebuah kerajaan di Kediri Jawa Timur.

Dirinya masih dikenal hingga saat ini karena beberapa ramalannya tentang masa depan. Dan informasi sejauh ini menurut kepercayaan banyak yang benar-benar menjadi kenyataan.

Kata-kata ramalam yang terserat masih diabadikan dan banyak yang diingat secara turun temurun hingga sekarang.

Jayabaya diketahui memiliki nama atau gelar lengkapnya adalah Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa.

“Yen wes ketemu tahun seng kembar, bakal ketemu seng jamane langgar bubar, masjid korat karit, ka’bah ora ka ambah, begajul podo ucul, menungso sedo tanpo di upokoro, kawulo cilik podo keluwen, Poro punggowo negoro makaryo nganti lali keluargo. “

“Yen wes ketemu tahun seng kembar, bakal ketemu seng jamane langgar bubar, masjid korat karit, ka’bah ora ka ambah, begajul podo ucul, menungso sedo tanpo di upokoro, kawulo cilik podo keluwen, Poro punggowo negoro makaryo nganti lali keluargo.”

Begitulah kira – kira bunyi potongan ramalan jagabaya, Maharaja Jayabhaya adalah raja Kediri yang memerintah sekitar tahun 1135-1157.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Pemerintahan Jayabhaya dianggap sebagai masa kejayaan Kediri. Peninggalan sejarahnya berupa prasasti Hantang (1135), prasasti Talan (1136), dan prasasti Jepun (1144), serta Kakawin  haratayuddha (1157).

Dan mari kita bahas satu persatu tentang “RAMALAN JAYABAYA” yang jadi kenyataan

1. Yen wes ketemu tahun seng kembar

Artinya jika sudah ketemu tahun yang angkanya kembar, seperti tahun 1010, 1919 dan 2020; yaitu tahun yang kita alami sekarang ini, 20 dengan 20 merupakan angka yang kembar.

2. Bakal ketemu seng jamane Langgar bubar

Artinya, kita akan menemui masa dimana langgar atau surau bubar, maksudnya tidak ada lagi yang menyambangi surau lagi. Seperti yang kita tahu, pada masa pandemik ini, kita disuruh untuk tidak keluar rumah oleh pemerintah atau PSBB, efek dari pada PSBB ini walaupun tidak semuanya, menyebabkan beberapa surau dan masjid diseluruh indonesia, bahkan seluruh penjuru dunia ditutup.

3. Masjid korat karit

Artinya Masjid – masjid tidak terurus, karena dalam masa PSBB ini kita dianjurkan untuk sholat dirumah sendiri – sendiri, oleh karena itu banyak masjid – masjid yang tidak terurus, bahkan ada beberapa masjid yang ditutup.

4. Ka’bah ora ka ambah

Artinya ka’bah tidak dikunjungi, seperti yang kita tahu beberapa saat yang lalu pemerintah arab saudi menutup ka’bah, akibatnya tidak ada yang bisa datang untuk beribadah di baitullah tersebut.

5. Begajul podo ucul

Artinya penjahat pada lepas, gara-gara wabah corona ini Per 20 April 2020, total sudah ada 38.822 narapidana yang dibebaskan, menurut keterangan warga, tingkat kejahatan meningkat semenjak napi dibebaskan.

6. Menungso sedo tanpo di upokoro

Artinya manusia meninggal tidak diurus sebagaimana mestinya, sampai saat ini orang Meninggal sebanyak 1.148 karena covid 19 di indonesia; dan semua yang meninggal itu dimakamkan dengan cara tidak semestinya karena takut tertular virus corona.

7. Kawulo cilik podo keluwen

Artinya Rakyat kecil kelaparan, akibat wabah ini, banyak rakyat kecil yang kehilangan pekerjaanya, hal itu menjadikan warga susah mencari penghasilan, apalagi pekerja harian.

8. Poro punggowo negoro makaryo nganti lali keluargo

Artinya para pejabat/petugas bekerja sampai lupa keluarga. Betapa banyak pula pejabat dan tenaga medis seperti dokter dan perawat yang tidak sempat menengok keluarganya gara-gara merawat pasien Corona, bahkan banyak yang meregang nyawa.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto tak luput dari paparan Corona dan sempat dirawat di rumah sakit.

Ironisnya, bansos yang dibagikan pemerintah ada yang memicu kericuhan karena tidak tepat sasaran, datanya amburadul dan banyaknya warga miskin yang tidak kebagian.

Dalam menghadapi masa pandemi Corona, dan kelumpuhan dunia yang sudah diramalkan oleh Jayabaya ini, kita harus tetap ingat kepada Allah SWT dengan berdoa memohon ampunan dan pertolongan-Nya, serta waspada dengan mematuhi aturan pemerintah terkait PSBB dan protokol kesehatan terkait Corona. Allahu a’lam bishowab

اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَباَءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

“Allahummad fa’anal ghola a wal bala a wal waba a wal fakhsyaa a wal munkar Wassuyufal mukhtalifata wasyadaida wal michana ma dhoharo minha wama bathon min baladina…(sebut domisili) khoshoh wamin buldanil muslimina amma innaka ala kulli syai in qodir”

“Ya Allah Tuhan kami. Hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemunkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan; yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” Aamiin yaa Robbal aalamiin. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: