Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » 80 Fotografer Wisata Borobudur Digembleng InJourney, Siap Tingkatkan Layanan dan Kualitas Foto

80 Fotografer Wisata Borobudur Digembleng InJourney, Siap Tingkatkan Layanan dan Kualitas Foto

  • calendar_month 12 menit yang lalu

BNews-MAGELANG – Sebanyak 80 fotografer wisata yang beraktivitas di kawasan Candi Borobudur mengikuti pelatihan fotografi dan hospitality yang diselenggarakan InJourney Destination Management di Aula Kampung Seni Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi fotografer wisata dalam menghasilkan karya berkualitas sekaligus memperkuat pelayanan kepada wisatawan.

Peserta pelatihan merupakan anggota Kopari (Koperasi Pariwisata) Catra Gemilang yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem jasa fotografi di kawasan wisata Borobudur. Selain mendapatkan materi teknik fotografi, para peserta juga dibekali kemampuan hospitality atau pelayanan prima guna meningkatkan pengalaman wisatawan selama berkunjung.

Fotografer LKBN Antara, Anis Efizudin, hadir sebagai narasumber utama dalam pelatihan tersebut. Dalam pemaparannya, Anis menekankan pentingnya penguasaan teknik dasar fotografi, pemilihan sudut pandang (angle), serta komposisi gambar untuk menghasilkan foto yang menarik dan berkesan.

“Teknik fotografi memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kemampuan melihat momen dan memilih sudut pandang yang tepat. Dengan komposisi yang baik, foto wisatawan akan memiliki nilai lebih dan menjadi kenangan yang berkesan,” kata Anis.

Fotografer yang telah meliput berbagai kegiatan di kawasan Borobudur sejak 2001 itu juga menyoroti pentingnya kemampuan fotografer dalam mengarahkan gaya atau pose wisatawan secara santun dan profesional. Menurutnya, karakter wisatawan yang beragam menuntut fotografer mampu menyesuaikan pendekatan saat melakukan sesi pemotretan.

“Wisatawan yang datang ke Borobudur sangat beragam. Ada yang datang sendiri, berpasangan, bersama keluarga maupun dalam kelompok besar. Fotografer harus mampu memberikan arahan pose yang variatif dan tetap santun agar wisatawan merasa nyaman selama sesi pemotretan,” ujarnya.

Setelah mendapatkan materi teori di dalam kelas, peserta langsung mengikuti praktik lapangan dengan memotret wisatawan di kawasan Kampung Seni Borobudur. Kegiatan praktik tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk mengaplikasikan teknik yang telah dipelajari secara langsung.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Salah satu peserta, Aan Suyitno, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Fotografer wisata yang telah berkiprah di Borobudur selama lebih dari 25 tahun itu menilai materi yang diberikan sangat relevan untuk mendukung pekerjaannya sehari-hari.

“Saya berterima kasih kepada InJourney atas pelatihan ini. Banyak ilmu yang kami dapatkan, terutama terkait teknik fotografi wisata dan cara memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengunjung. Materi yang diberikan sangat bermanfaat untuk mendukung pekerjaan kami sehari-hari,” kata Aan.

Anis berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kualitas layanan fotografi wisata di kawasan Borobudur sehingga wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih berkesan selama berkunjung.

“Harapan saya, kemampuan para fotografer wisata Borobudur semakin meningkat sehingga wisatawan merasa puas, terkesan dengan hasil foto yang diterima, dan mendapatkan pengalaman pelayanan yang baik selama berkunjung,” tuturnya.

Sementara itu, Commercial Head Group PT TWC Borobudur, AY Suhartanto, mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk dukungan InJourney kepada para pelaku jasa fotografi yang menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata Borobudur.

“Program ini merupakan wujud dukungan InJourney kepada para pelaku jasa fotografi di Borobudur. Kami berharap para fotografer dapat membantu menciptakan kenangan yang berkesan bagi setiap wisatawan melalui karya fotografi yang berkualitas,” katanya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Menurut Suhartanto, fotografi memiliki peran strategis dalam membangun pengalaman wisata yang berkesan sekaligus memperkuat citra Borobudur sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Dengan fotografi, para pengunjung dapat membawa pulang kenangan yang berharga dari Borobudur. Kenangan itulah yang nantinya menjadi bagian dari pengalaman wisata yang tidak terlupakan,” ujarnya.

Mengusung semangat “Setiap wisatawan datang membawa cerita, tugas fotografer adalah mengabadikannya menjadi kenangan yang tak terlupakan,” pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme fotografer wisata Borobudur sekaligus memperkuat citra positif kawasan warisan budaya dunia tersebut sebagai destinasi unggulan Indonesia.

Selain pelatihan fotografi wisata, peserta juga mendapatkan materi hospitality dari praktisi pariwisata Chealsea Amalina van Murdani. Melalui pembekalan tersebut, para fotografer diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih ramah, profesional, dan berorientasi pada kepuasan wisatawan. (ans)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less