Akibat Pandemi Perilaku Siswa Mulai Menjadi Tidak Beretika
- calendar_month Sel, 7 Jun 2022

Mahasiswa saat lakukan pendampingan siswa di dalam kelas
BNews–MAGELANG-– Efek pandemi corona yang membuat siswa malas belajar dan kurang beretika saat kembali belajar di sekolah. Terlalu lama tidak belajar di sekolah dan kurangnya perhatian lebih dari orang tua siswa lah yang menyebakan hal tersebut.
Perubahan perilaku siswa sangat terlihat konstras saat kembalinya PTM (Pembelajaran Tatap Muka) beberapa bulan terakhir ini di SD kecamatan Grabag. Contoh perubahan perilaku siswa adalah berkurangnya rasa hormat, tidak memberi salam bahkan berani membentak guru.
Semakin tinggi kelasnya maka semakin terlihat pula perubahan perilakunya yang kurang beretika karena semakin berkurangnya perhatian orang tua ke siswa. Akan tetapi pada kelas rendah perubahan ini kurang terlihat karena siswa kelas rendah masih sangat diawasi oleh orang tua mereka.
Penyebab utama perubahan perilaku siswa ini diduga penggunaan smartphone yang tidak diawasi saat belajar di rumah. Seperti yang kita tahu bahwa selama pandemi siswa belajar di rumah dan guru memberi informasi melalui grup whatsapp.
Zaman modern saat ini dimana mengakses informasi melalui internet sangatlah mudah, dibalik kemudahan tersebut terdapat bahaya yang mengintai. Tidak semua informasi yang ada di internet itu bersifat positif, terdapat pula informasi negatif yang seharusnya tidak boleh siswa buka.
Lengahnya pengawasan orang tua membuat siswa SD terpengaruh dan menirukan apa yang mereka lihat di internet. Para guru di sekolah juga tidak bisa melakukan pendidikan karakter siswa, mereka hanya mengadakan konsultasi beberapa kali dalam satu minggu.
Selama pandemi corona siswa tidak diperbolehkan datang ke sekolah dan hanya melakukan pembelajaran daring atau online dari rumah. Saat dirumah, siswa akan meminjam smartphone untuk bermain game atau membuka hal lain dengan alasan digunakan untuk belajar.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Sebagai orang tua seharusnya selalu memantau apa yang siswa lakukan, baik dalam belajar maupun bermain. Terdapat pula orang tua yang tidak acuh dengan siswa sendiri dan memberikan mereka smartphone agar siswa lebih tenang di rumah.
Selain dampak buruk dari pandemi corona, terdapat pula dampak positifnya yaitu siswa yang lebih bersemangat saat berada di sekolah. Semangat ini muncul karena siswa jenuh dirumah selama pandemi corona.
Walaupun siswa lebih bersemangat saat di sekolah, akan tetapi niat untuk belajar malah berkurang. Kelamaan dirumah membuat siswa lebih malas belajar dan para guru harus membuat metode mengajar baru agar siswa lebih semangat belajar.
Para guru harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki perilaku siswa setelah kembalinya PTM. Dengan pendidikan karakter di sekolah diharapkan perilaku siswa mulai berubah dan kembali sebelum adanya pandemi secara perlahan.
Peran orang tua di rumah juga sangat penting untuk perkembangan karakter siswa, karena masih menjadikan orang tua mereka untuk dicontoh. Untuk itulah sebagai orang tua harus selalu mengawasi dan mendidik siswa mereka hingga dapat hidup mandiri. (Patria Satridwi Pangga)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar