Aksi Hijau di Borobudur! InJourney Tanam Pohon Gayam untuk Selamatkan Sungai
- calendar_month 23 menit yang lalu

Peringati Hari Bumi 2026, InJourney Destination Management Tanam 100 Pohon Gayam di Borobudur untuk Perkuat Konservasi Air dan Pelestarian DAS
BNews-MAGELANG — InJourney Destination Management bersama PT Taman Wisata Borobudur, Studio Nawung, dan warga Desa Karangrejo, Borobudur; menggelar aksi penanaman pohon Gayam di bantaran Sungai Sileng, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian peringatan Hari Bumi 2026 sekaligus komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong pariwisata berkelanjutan di kawasan Candi Borobudur.
Sebanyak 100 bibit pohon Gayam ditanam secara serentak oleh Direktur Operasi PT TWC, Supriadi Jufri, Founder Studio Nawung Atik; Kepala Desa Karangrejo Hely Rofikun, serta masyarakat. Penanaman ini bertujuan memulihkan daerah aliran Sungai Sileng dari erosi, meningkatkan daya serap tanah, dan menjaga cadangan air.
Supriadi Jufri menegaskan bahwa pelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam pengelolaan destinasi wisata Borobudur.
“Melalui program InJourney Green, kami ingin memastikan bahwa pengembangan destinasi dilakukan secara bertanggung jawab dan memberi dampak nyata bagi lingkungan. Penanaman pohon Gayam di bantaran Sungai Sileng adalah upaya konkret menjaga sumber daya air, mengurangi risiko erosi, sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Pohon Gayam dipilih karena memiliki sistem akar kuat yang mampu menyerap dan menyimpan air, serta melambangkan keteduhan dan ketentraman. Selain itu, konservasi air dinilai menjadi isu penting bagi keberlanjutan masyarakat dan sektor pariwisata di Borobudur.
“Gayam adalah tanaman yang dekat dengan masyarakat. Jika tumbuh baik, manfaatnya bisa dirasakan generasi selanjutnya. Upaya penghijauan ini sangat bermanfaat untuk menjaga bantaran sungai, memperbaiki kualitas lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran warga agar semakin peduli terhadap kelestarian alam,” jelasnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Kegiatan diawali dengan prosesi budaya berupa tari beksan pinuwunan dan tembang Kidung Pangaksuma sebagai simbol doa dan harapan. Pohon yang ditanam selanjutnya akan dirawat secara berkala, termasuk pemupukan menggunakan kompos dari limbah organik kawasan wisata.
Founder Studio Nawung, Atik, menyebut pohon Gayam memiliki nilai historis yang kuat di kawasan Borobudur sebagai simbol keberlanjutan hidup masyarakat.
“Pohon Gayam banyak tumbuh di wilayah ini, bahkan meninggalkan jejak identitas di sejumlah nama tempat, seperti Kali Gayam dan Dusun Gayam di Kelurahan Giripurno, Borobudur. Pohon Gayam tertua hingga kini masih dapat dijumpai di Dusun Giri Tengah, Kelurahan Kamal, Borobudur. Penanaman pohon Gayam di kawasan ini diharapkan mampu menghidupkan identitas lokal masyarakat dan menumbuhkan kesadaran ekologis di kawasan,” jelasnya.
Kepala Desa Karangrejo, Hely Rofikun, mengapresiasi kolaborasi lintas pihak dalam kegiatan ini yang dinilai memberi harapan baru bagi kelestarian lingkungan desa.
“Semoga langkah ini menjadi upaya pemulihan ekosistem yang berakar pada kearifan lokal dan menyambung kembali rantai identitas alam Borobudur yang mulai memudar. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berkelanjutan untuk memastikan kelestarian sumber daya air bagi generasi mendatang,” jelasnya.
Melalui program InJourney Green, upaya penghijauan ini diharapkan menjadi awal gerakan lebih luas dalam menjaga sumber air, merestorasi ekosistem, serta memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi wisata budaya yang berkelanjutan. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar