Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Aksi “Sambeng Berduka” di Borobudur, Warga Pasang 355 Bendera dan Soroti Tambang Pasir

Aksi “Sambeng Berduka” di Borobudur, Warga Pasang 355 Bendera dan Soroti Tambang Pasir

  • calendar_month 26 menit yang lalu

BNews—MAGELANG— Ratusan warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, menggelar aksi gotong royong sekaligus aksi simbolis pada Minggu (27/9/2026).

Warga dari enam dusun di Desa Sambeng memasang bendera Merah Putih setengah tiang di sepanjang kawasan desa. Aksi tersebut menjadi bentuk keprihatinan dan duka cita warga atas apa yang mereka sebut sebagai matinya nurani serta empati birokrasi terhadap keadilan masyarakat setempat.

Humas Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Sambeng (Gemapelita), Khairul Hamzah, mengatakan pemasangan bendera setengah tiang merupakan respons warga terhadap ketidaktegasan instansi terkait dalam menyikapi aktivitas penambangan pasir oleh PT Anaba di wilayah Sungai Progo.

“Ini adalah bahasa simbolis keprihatinan warga dengan jargon ‘Sambeng Berduka’. Kami berduka atas matinya nurani dan empati birokrasi terhadap keadilan masyarakat Desa Sambeng,” ujar Hairul saat diwawancarai di lokasi.

Warga Sambeng Soroti Aktivitas Tambang Pasir PT Anaba

Khairul menjelaskan, warga Desa Sambeng sebelumnya telah menempuh berbagai jalur resmi untuk menyampaikan penolakan terhadap aktivitas penambangan pasir tersebut.

Warga juga menduga terdapat sejumlah pelanggaran administrasi maupun teknis operasional dalam aktivitas pertambangan. Dugaan tersebut antara lain berkaitan dengan ketidaksesuaian titik koordinat, pelanggaran jam operasional, hingga penggunaan armada dengan kapasitas berlebih atau over dimension over load.

Selain itu, dalam pertemuan mediasi resmi yang difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) di Magelang beberapa waktu lalu, pihak penambang diduga mengakui bahwa berita acara sosialisasi tidak sesuai dengan prosedur baku.

“Berdasarkan berita acara pertemuan tersebut, PT Anaba diberi batas waktu tujuh hari untuk membuktikan keabsahan dokumen sosialisasi,” jelasnya.

Warga Pertanyakan Tindak Lanjut Dinas Terkait

Khairul juga menyayangkan belum adanya tindakan nyata maupun informasi lanjutan dari pihak berwenang, termasuk DLHK dan Dinas ESDM, setelah batas waktu yang diberikan berakhir.

Menurutnya, warga masih menunggu kejelasan tindak lanjut atas persoalan yang sebelumnya telah dibahas melalui jalur resmi.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Sampai hari ini tidak ada tindak lanjut. Jawaban dari dinas terkait hanya formalitas, seperti ‘akan dikoordinasikan’ atau ‘akan ditindaklanjuti’, sementara aktivitas tambang di lapangan masih terus berjalan,” tegasnya.

355 Bendera Setengah Tiang Dipasang Warga Sambeng

Aksi gotong royong warga Desa Sambeng dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Kegiatan tersebut diisi dengan pembersihan lingkungan, pemasangan banner penolakan, serta penancapan bendera Merah Putih setengah tiang.

Sebanyak 355 bendera setengah tiang disediakan secara mandiri oleh masing-masing kepala keluarga (KK) di Desa Sambeng.

Pemasangan ratusan bendera tersebut menjadi bagian dari aksi simbolis bertajuk “Sambeng Berduka” yang disampaikan warga untuk menunjukkan keprihatinan terhadap persoalan aktivitas tambang pasir di wilayah Sungai Progo.

Khairul menegaskan aksi warga berlangsung secara kondusif dan damai. Tidak ada tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas dalam kegiatan tersebut.

Warga Minta Operasional Tambang Dihentikan Sementara

Melalui aksi tersebut, warga Desa Sambeng berharap pihak berwenang segera memberikan tindak lanjut terhadap persoalan yang mereka sampaikan; termasuk dugaan pelanggaran dalam aktivitas penambangan pasir.

“Warga berharap pihak berwenang segera menghentikan sementara operasional tambang pasir tersebut hingga konflik dan dugaan pelanggaran; dapat diselesaikan secara adil,” pungkas Khairul. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less