Angka Kehamilan Meningkat di Magelang Selama Pandemi Covid-19

BNews—DUKUN— Angka kehamilan dan kelahiran mengalami peningkatan di wilayah Magelang. Seperti yang terjadi di Kecamatan Dukun Magelang.

Informasi itu diperoleh dalam rapat evaluasi kinerja stakeholder di Kecamatan Dukun selama Pandemi Covid-19. Dalam rapat terungkap bahwa angka kehamilan meningkat.

Dari data yang diungkapkan oleh petugas PLKB Kecamatan Kecamatan Dukun, diketahui bahwa rata-rata ibu hamil dan melahirkan selama pandemi mengalami peningkatan. Tiap desa, tidak kurang satu hingga dua ibu hamil dan melahirkan per bulannya.

Hal itu membuat pemerintah setempat terus melakukan edukasi dan sosialisasi. Salah satunya peningkatan program KB.

Pelayanan KB selama pandemi di wilayah Dukun, terjadi perubahan. Salah satunya, pelayanan KB yang memerlukan tindakan tenaga medis dilakukan di Puskesmas, sedangkan KB jenis pil dan kondom dilakukan ditingkat dusun atau di rumah.

Sementara itu, terungkap fakta kenapa angka kehamilan dan kelahiran di masa pandemi meningkat di wilayah Kecamatan Dukun. Ini faktanya.

Dihadapan peserta rapat evaluasi kerja selama pandemi, yang dihadiri langsung oleh Sekcam Dukun Sukantar, Bamin Komsos Koramil Dukun Peltu Hari Pranjono dan Kanit Patroli Polsek Dukun, pegawai KUA Dukun membeberkan bahwa lonjakan itu terjadi akibat tingginya pernikahan selama pandemi.

Loading...

“KUA tetap melaksanakan kewajiban pernikahan selama pandemi, namun tetapdilakukan sesuai protokol kesehatan. Yang datang nikah di KUA hanya pasangan calon pengantin dan para saksi serta orangtua kedua pihak,” ujarnya.

Hanya saja yang kerap menjadi kendala, karena pengajuan perkawinan rata-rata mereka yang usia dini. Padahal dalam Undang-Undang Perkawinan yang baru hasil revisi dari UU perkawinan Nomor 1, usia minimal pasangan perempuan dan laki-laki 19 tahun.

“Tapi yang mengajukan nikah sebagian masih di bawahusia 19. Terutama dari calon pengantin laki-lakinya masih belum cukup 19 tahun dibanding pasangan wanitanya,” terangnya.

Dia menegaskan bahwa pihak KUA kerap menolak jika ada calon pengantin di bawah dari usia tersebut dan menyarankan untuk membawa surat dari Pengadilan. (her/wan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: