Sejarah Kuliner Tradisional ini Disebut Gethuk

BNews–KULINER– Magelang terkenal dengan salah satu kulinernya yang khas. Gethuk, sebuah cemilan yang berbahan dasar Ketela dan termasuk makanan tradisional.

Cita rasanya khas dapat mengingatkan kita pada kenangan masa kecil dan membuat kita bernostalgia. Gethuk terdiri dari berbagai jenis ragam dan rasa, meskipun bahan dasar sama Ketela atau sejenisnya.

Jenisnya pertama adalah gethuk lindri, jenis gethuk ini mudah ditemui di Magelang, Solo, Semarang,  atau Yogyakarta. Bentuk gethuk lindri mirip seperti mie tapi berukuran besar.

Karena dalam pembuatanya menggunakan cara ditekan, yang kemudian ditambah dengan aroma dari daun pandan dan parutan kelapa.

Kedua adalah gethuk goreng, untuk jenis gethuk dapat ditemukan ketika berlibur ke Banyumas atau Purwokerto. Teksturnya berbeda dengan gethuk lindri karena gethuk satu ini digoreng. Juga memiliki isian dari gula kelapa, sehingga membuat gethuk ini rasanya lebih manis.

Ketiga adalah gethuk trio, jenis gethuk ini berbeda dengan kedua gethuk sebelumnya karena dalam penyajianya sudah menggunakan kemasan. Terbuat dari singkong yang telah direbus kemudian ditumbuk dengan campuran gula. Dipadukan dengan santan membuat gethuk ini memiliki perpaduan dari rasa gurih dan manis, yang membuatnya unik.

Keempat adalah gethuk sukun, jenis gethuk ini berbeda dengan tiga gethuk sebelumnya karena bahan dasar pembuatanya yaitu sukun. Untuk cara pembuatanya sendiri hampir mirip seperti gethuk pada umumnya perbedaanya hanya pada campuran yang digunakan. Dalam membuat gethuk sukun ini selain bahan utama yaitu sukun, bahan lainya adalah gula dan garam.

Loading...

Gethuk ini sendiri sudah ada cukup lama, ketika jaman penjajahan Jepang. Konon ketika pada masa penjajahan tersebut makanan seperti beras sangat langka dan sulit ditemukan.

Sehingga para penduduk lokal yaitu Magelang berinisiatif untuk menemukan bahan alternatif lainya. Pada akhirnya beras tersebut digantikan dengan ketela, bahan yang banyak terdapat bayak disekitar tempat tinggal mereka. (GNFI/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: