Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » ASN Wajib Belanja di Warung Tetangga! Program “Belonjo Warung Tonggo” Magelang Bikin Heboh

ASN Wajib Belanja di Warung Tetangga! Program “Belonjo Warung Tonggo” Magelang Bikin Heboh

  • calendar_month Sel, 21 Apr 2026

BNews-MAGELANG — Pemerintah Kabupaten Magelang menghadirkan inovasi baru untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui program “Belonjo Warung Tonggo”.

Lewat kebijakan ini, seluruh aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan berbelanja di warung tetangga sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.

Program tersebut tidak sekadar imbauan, melainkan diterapkan melalui skema pengalihan sebagian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN ke dalam dompet digital.

Dana yang dialokasikan berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per bulan dan hanya dapat digunakan untuk bertransaksi di warung kecil yang telah terverifikasi.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan UKM Kabupaten Magelang, Edi Wasono, menjelaskan bahwa langkah ini dirancang agar perputaran uang tetap berada di tingkat bawah, khususnya di sektor usaha mikro dan kecil.

“Supaya pelaku usaha kecil dan mikro bisa benar-benar merasakan dukungan dari ASN dan pemerintah,” ujarnya.

Saat ini, program masih dalam tahap uji coba di tiga wilayah, yakni Desa Deyangan, Kelurahan Sawitan, dan Kelurahan Mendut. Lokasi tersebut dipilih karena berada di sekitar pusat pemerintahan sehingga memudahkan proses pemantauan dan evaluasi.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Dalam pelaksanaannya, sistem pembayaran dilakukan secara digital menggunakan QRIS, namun hanya dapat digunakan di warung yang telah lolos proses verifikasi. Kriteria warung yang bisa bergabung pun cukup ketat, di antaranya dimiliki oleh masyarakat berpenghasilan rendah dan bukan bagian dari jaringan minimarket atau usaha skala besar.

Selain itu, ASN juga dilibatkan secara aktif dalam mendukung keberhasilan program. Mereka diminta mendata sekitar tiga hingga lima warung di lingkungan tempat tinggal maupun tempat kerja. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan program sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Program ini mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha kecil. Salah satunya disampaikan oleh Suhardi, perwakilan pedagang, yang berharap kebijakan tersebut dapat membantu meningkatkan omzet usaha yang selama ini belum stabil.

“Sejak pandemi, kondisi belum stabil. Kalau program ini jalan , kami optimistis pendapatan bisa meningkat ,” katanya.

Apabila uji coba berjalan sukses, Pemerintah Kabupaten Magelang berencana memperluas implementasi program ini ke seluruh wilayah. Melalui kebijakan tersebut, diharapkan tercipta solusi nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis lokal, bukan sekadar program jangka pendek. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less