Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Awal November 2025, Kabupaten Magelang Dilanda Lima Kejadian Bencana Alam

Awal November 2025, Kabupaten Magelang Dilanda Lima Kejadian Bencana Alam

  • calendar_month Sen, 3 Nov 2025

BNews—MAGELANG— Memasuki awal November 2025, wilayah Kabupaten Magelang kembali dilanda sejumlah bencana alam.

Berdasarkan data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, tercatat lima kejadian bencana; terjadi hanya dalam kurun waktu tiga hari, yakni sejak Sabtu (1/11) hingga Senin (3/11/2025).

Jenis bencana yang dilaporkan meliputi tanah longsor dan cuaca ekstrem, yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Borobudur, Candimulyo, Pakis, dan Secang.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan ringan pada bangunan serta menutup akses jalan antar desa.

Tanah Longsor di Borobudur Terjadi Dua Kali dalam Satu Hari

Kejadian pertama tercatat pada Senin (3/11/2025) sekitar pukul 14.30 WIB di Dusun Kamal, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan tebing setinggi 6 meter dengan lebar 8 meter longsor. Dampak longsor mengakibatkan rumah milik Ngatirin (1 KK, 2 jiwa) mengalami kerusakan ringan pada bagian pagar dapur.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Masih di wilayah Borobudur, sekitar pukul 15.20 WIB, tanah longsor juga terjadi di Dusun Jombor, Desa Giripurno.

Tebing setinggi 12 meter dan lebar 6 meter runtuh dan menutup akses jalan penghubung antar desa, yakni Giripurno–Ngadiharjo.

BPBD mencatat tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun aktivitas warga sempat terganggu karena akses jalan tertutup material longsoran.

Akses Jalan di Pakis dan Candimulyo Tertutup Longsor

Sebelumnya, pada Minggu (2/11/2025), hujan dengan intensitas sedang di wilayah Kecamatan Pakis juga menimbulkan gangguan akibat cuaca ekstrem. Sekitar pukul 14.30 WIB, rumpun bambu tumbang di Dusun Daleman, Desa Bawang, sehingga menutup akses jalan kabupaten penghubung Kecamatan Pakis dan Grabag.

Pada hari yang sama, sekitar pukul 00.05 WIB, tanah longsor juga terjadi di Dusun Punduhan, Desa Purworejo, Kecamatan Candimulyo.

Longsoran tebing setinggi 5 meter dan lebar 6 meter menutup akses jalan Desa Purworejo–Surodadi. Material longsor juga mengancam kandang ternak milik Joko Purnomo (60 tahun) yang berada di dekat lokasi kejadian.

Atap Sekolah di Secang Roboh Akibat Bangunan Rapuh

Kejadian lain juga dilaporkan di Dusun Sandangsari, Desa Madyocondro, Kecamatan Secang, pada Sabtu (1/11/2025) pukul 18.15 WIB. Atap ruang kelas 3 SD Negeri Secang 3 dilaporkan roboh total akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan berumur tua.

Sebelumnya, pada Jumat (31/10/2025), pihak sekolah sebenarnya telah melakukan penanganan sementara setelah terlihat bagian atap mulai melengkung.

Namun hujan yang mengguyur pada Sabtu sore memperparah kondisi struktur, hingga akhirnya atap ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

BPBD Kabupaten Magelang Imbau Warga Tetap Waspada

Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Magelang, seluruh kejadian bencana di awal November 2025 ini tidak menimbulkan korban jiwa; namun menjadi peringatan dini bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

BPBD juga mengingatkan agar masyarakat di wilayah rawan longsor dan daerah dengan kemiringan tebing tinggi segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, serta menghindari aktivitas di sekitar lokasi berisiko ketika hujan deras. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less