Bajong Banyu, Tradisi Perang Air Jelang Ramadan di Banjarnegoro Magelang
- calendar_month Ming, 15 Feb 2026

Warga Dusun Dawung, Banjarnegoro, Mertoyudan, Kabupaten Magelang mengikuti tradisi Bajong Banyu pada Minggu (15/2/2026). (foto: ist)
BNews–MAGELANG– Warga Dusun Dawung, Banjarnegoro, Mertoyudan, Kabupaten Magelang mengikuti tradisi Bajong Banyu pada Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini mengemas tradisi padusan (mandi suci) yang rutin dilakukan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.
Koordinator kegiatan, Tri Setyo Nugroho memaparkan, kebiasaan masa kecil warga yang bermain air di sendang kemudian dikemas ulang oleh karang taruna menjadi festival budaya tahunan Bajong Banyu.
“Ini bukan sekadar permainan, tapi simbol penyucian diri. Kita ingin menyambut Ramadan tanpa iri, tanpa dendam,” paparnya, Minggu (15/2/2026).
Dia menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai dari kirab pengambilan air oleh sesepuh dan perangkat desa di Sendang Kedawung. Air yang ditaruh di kendi dan klenting, lalu mengaraknya ke lapangan dusun diiringi oleh Tari Pawitra Citra. Prosesi ini menjadi pengingat bahwa air adalah sumber kehidupan yang harus dijaga kelestariannya.
“Setiba di lokasi, digelar Umbul Donga dan doa bersama sebagai wujud syukur dan permohonan keberkahan. Dilanjutkan dengan Tari Pawitra Citra dan prosesi sesuci. Yang mana sesepuh membasuh wajah warga sebagai simbol penyucian,” jelasnya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Banjarnegoro, Sarjoko menyebut, air yang digunakan diambil dari mata air yang dianggap suci. Makna air dalam tradisi ini bukan sekadar unsur fisik. Melainkan lambang pembersihan hati dari iri, dengki, dan dendam sebelum memasuki bulan puasa.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Lanjutnya, lebih dari 100 kantong plastik berisi air serta sejumlah tong air disiapkan. Warga bebas saling melempar. Filosofinya sederhana, yakni rasa iri dan dendam diluruhkan lewat simbol lemparan air yang dibalas dengan tawa, bukan amarah.
“Bajong Banyu juga menjadi strategi sosial. Inisiatif karang taruna ini dinilai efektif menggerakkan pemuda agar terlibat dalam kegiatan positif. Terlebih, Bajong Banyu resmi masuk kalender event budaya tahunan Kabupaten Magelang dan Provinsi Jawa Tengah,” imbuhnya.
Tambah Sarjoko, setelah perang air, rangkaian kegiatan berlanjut pada malam hari dengan pentas seni tari dari desa dan dusun sekitar.
“Diharapkan tradisi ini dapat terus dirawat supaya menciptakan daya tarik budaya yang bermakna menjelang Ramadan,” harapnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7


Saat ini belum ada komentar