IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Kepala SMPN 1 Turi Akhirnya Buka Suara, Ini Penjelasannya

BNews—SLEMAN— Kepala SMPN 1 Turi Sleman yang muridnya menjadi korban kelalaian Pembina pramuka saat kegiatan susur sungai akhirnya buka suara. Dia mengaku tidak tahu menahu kegiatan di sungai yang berujung maut itu.

Ditemui oleh sejumlah wartawan di Gedung SMPN 1 Turi, Kepala Sekolah Tutik Nurdiana mengatakan kegiatan pramuka sudah rutin digelar oleh sekolah. Sebagai bagian dari ekstrakulikuler.

Namun, dia mengaku tidak tahu menahu jika hari itu (21/2) seluruh peserta melakukan kegiatan di sungai. ”Bagi kami karena siswa kebanyakan anak Turi dan mereka familiar dengan wilayah Turi, jadi itu seperti bukan hal yang khusus,” ujarnya.

”Jujur saya tidak tahu ada program susur sungai yang dilakukan Jumat (21/2) itu. Mereka tidak matur (bilang),” tambahnya.

Menurutnya, siswa yang mengikuti susur sungai maupun pembina pramuka sudah paham betul dengan kondisi medan. “Kemudian kemarin itu ada program susur sungai. Jadi itu kegiatan rutin di pramuka,” katanya.

Sebelumnya diberitakan puluhan pelajar SMPN 1 Turi Sleman menjadi korban banjir di Sungai Sempor Kecamatan Turi Sleman. Sembilan siswa dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan satu pelajar masih dalam pencarian.

Kemudian, juga mengakibatkan 23 korban luka luka. Ada beberapa yang masih dirawat di rumah sakit.

Loading...

Tim Basarnas dibantu TNI Polri dan relawan serta warga masih melakukan penyisiran hingga sore ini (22/2/2020). Mereka menyisir di sepanjang aliran sungai baik lewat air dan darat. (han/wan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: