Banyak Proyek Tak Selesai, Bupati Acam Blacklist Pemborong

BNews—MUNGKID— Banyak proyek pembangunan pemerintah belum selesai seusuai jadwal tahun 2018. Hal ini membuat Bupati Magelang ancam black list para kontraktor pemborong proyek yang molor tersebut.

 

Hal ini disampaikan saat Bupati Magelang Zaenal Arifin beserta beberapa jajaran SKPD mengecek pembangunan proyek pemerintah di beberapa tempat di Kabupaten Magelang. Mereka mengecek pembangunan kantor DPMPTSP, Pendopo Lapangan Soepardi Kota Mungkid, Puskesmas Dukun, Pasar Muntilan, dan RSUD Kabupaten Magelang (Blondo).

Advertisements


 

“Beberapa proyek masih belum sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Bahkan, ada satu proyek yakni Puskesmas Dukun yang akan diputus kontrak bagi penyedia jasanya,” ungkap Bupati Magelang Zaenal Arifin (31/12/2018).


 

Pengecekan proyek ini tidak lain ingin memastikan pembangunan proyek ini selesai sesuai jadwal. “Karena kita yang diberi amanat oleh masyarakat untuk mensukseskan pembangunan di Kabupaten Magelang. Maka hari ini kita turun secara langsung untuk memantau progres pembanguan di Kabupaten Magelang sampai sejauh mana,” imbuhnya.

 

“Kita cek kondisi fisik pembangunan dan penyedia jasa sampai sejauh mana prosesnya, dan kita lakukan evaluasi sesuai aturan yang berlaku. Kita akan lakukan pemutusan kontrak di salah satu proyek yakni di pembangunan Puskesmas Dukun karena tidak sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, tidak hanya itu kita melakukan blacklist terhadap pihak penyedia jasa,” paparnya.

 

Sementara pembangunan RSUD Kabupaten Magelang yang belrokasi di Blondo, Zaenal Arifin mengaku masih ada beberpa tahapan pembangunan dan akan terus dipantau. “Hal ini berbeda dengan pembangunan pasar Muntilan yang sudah 98 % proses pembangunan selesai dan akan bisa digunakan oleh pedagang,” akunya.

 

Sementara  Kepala DPUPR Kabupaten Magelang, Heriyanto mengatakan sudah melakukan perundingan sebelumnya kepada pihak penyedia jasa. “Jadi bagi para penyedia jasa yang tidak bisa menyelesaikan, namun sudah mencapai 80 persen, maka akan diberikan waktu selama 50 hari kedepan dengan denda perhari satu permil sesuai dengan nilai kontraknya. Jadi dapat dipastikan penyedia jasa ini akan bekerja secepat mungkin,” jelas Heriyanto.

 

Untuk pasar Muntilan sendiri sudah mencapai 98 % pembangunan. “Kita berikan waktu 50 hari kedepan untuk segera diselesaikan, lebih cepat lebih baik karena denda jika terlambat akan lebih sedikit tentunya,”pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: