Baru Awal Tahun 2026, Puluhan Janda dan Duda Baru Muncul di Kota Magelang, Ada Apa?
- calendar_month Jum, 6 Feb 2026

Ilustrasi antri mengurus perceraian , bakal jadi janda duda
BNews-MAGELANG – Angka perceraian di Kota Magelang sepanjang 2025 masih menunjukkan tren tinggi. Perselisihan dan pertengkaran rumah tangga tercatat sebagai penyebab utama pasangan suami istri memutuskan berpisah.
Berdasarkan data Pengadilan Agama Kota Magelang, sebanyak 187 perkara perceraian diputus selama periode Januari hingga Desember 2025. Data tersebut tercantum dalam laporan faktor penyebab perceraian hingga akhir tahun.
Dari total perkara, perselisihan dan pertengkaran terus-menerus menempati posisi tertinggi dengan 106 kasus.
Sementara itu, faktor lain penyebab perceraian meliputi pasangan yang meninggalkan salah satu pihak sebanyak 61 perkara. Masalah ekonomi tercatat 13 perkara.
Adapun penyebab lain seperti kawin paksa serta perpindahan agama muncul dalam jumlah sangat kecil.
Hakim Pengadilan Agama Kota Magelang, Fitria Sacharina Putri SH MH menjelaskan, perselisihan rumah tangga umumnya menjadi pintu masuk munculnya berbagai persoalan lain dalam keluarga.
Menurutnya, konflik kerap berkaitan dengan persoalan nafkah hingga perselingkuhan, yang kemudian berkembang menjadi pertengkaran berkepanjangan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Akan tetapi perkara yang masuk ke pengadilan umumnya tercatat sebagai perselisihan dan pertengkaran terus menerus,” kata Fitria kepada Magelang Ekspres saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 6 Februari 2026.
Ia menambahkan, faktor ekonomi juga turut menyumbang angka perceraian. Tekanan finansial sering memicu konflik rumah tangga yang berlarut-larut hingga berujung gugatan cerai.
Memasuki tahun 2026, tren perceraian di Kota Magelang disebut masih menunjukkan pola serupa.
Hingga awal Februari 2026, Pengadilan Agama Kota Magelang telah menerima dan memutus 21 perkara perceraian, dengan penyebab utama tetap konflik rumah tangga.
Kondisi ini menjadi perhatian, sekaligus pengingat pentingnya komunikasi dan ketahanan keluarga guna menekan angka perceraian di wilayah Kota Magelang. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2


Saat ini belum ada komentar