BEJAT! Ikat Tangan Kaki dan Lakban Mulut, Kakek KRS Perkosa Bocah 9 Tahun

BNews—JATENG— Seorang kakek berinisial KRS tega mencabuli tetangganya yang masih berusia sembilan tahun. Modusnya tergolong keji, yakni lebih dulu mengikat tangan kaki dan melakban mulut sebelum melancarkan aksi bejatnya.

Hampir satu tahun kakek mesum ini melirik korban ingin mencumbunya. Dan pada Jumat (30/7), ia berhasil melancarkan aksi bejatnya di rumah korban yang sepi.

Dari keterangan polisi, pelaku beraksi saat ibu korban Jumisih pergi mengantar bambu ke pelanggan pada pagi hari. Karena hanya hidup berdua, korban pun ditinggal sendiri di rumah.

Kesempatan ini pun digunakan kakek yang berusia 75 tahun ini. Berdalih akan memberi uang,  pelaku merayu korban yang sedang tiduran sambil menonton televisi di ruang tamu. Karena akan diberi uang, korban pun mendekati pelaku.

Mendadak pelaku yang merupakan warga Desa Kramat, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak langsung membekap korban, selanjutnya mengikat tangan dan kaki. Agar tidak berteriak pelaku juga melakban mulut korban.

Saat korban tidak berdaya, pelaku dengan beringas melepas celana korban dan melancarkan aksi bejatnya. Mendadak belum ada tiga menit, Ibu korban datang. Karena takut ketahuan, pelaku langsung kabur meninggalkan korban dalam kondisi terikat.

Khawatir dimarahi Ibunya, korban secara cepat membuka lakban dari mulutnya. Selanjutnya melepaskan ikatan tangannya dengan menggigit tali dari bahan rafia tersebut.

Karena Ibu korban curiga, terus menanyakan kondisi korban. Lantaran terus didesak, korban akhirnya mengaku dicabuli pelaku.

”Berdasar informasi dari masyarakat bahwa ada seorang anak di Kecamatan Dempet telah dicabuli dan disetubuhi oleh tetangganya sendiri,” kata Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Agil W Sampurna, Kamis (5/8).

”Pelaku berhasil teridentifikasi dan sempat kabur melarikan diri,” tegasnya.

Saat dimintai keterangan, pelaku berbelit-belit selalu berubah pengakuannya kepada polisi. Namun dari hasil visum dan keterangan saksi, pelaku akhirnya mengakui perbuatanya.

Atas kejahatannya, pelaku akan dituntut pidana penjara paling lama 15 tahun, karena melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak. (hil/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: