Besok, 500 Petani Tembakau Geruduk Gubernur Jawa Tengah

            BNews–MUNGKID—  Kebijakan pemerintah melakukan impor petani terus mendapat penolakan. Besok (17/1) sedikitnya 500 petani dan pedagang tembakau yang tergabung dalam
Paguyuban Petani Pedagang Tembakau (P3TM) Kabupaten Magelang akan menggelar unjuk rasa di halaman Pemprov Jawa Tengah.
            Ketua P3TM Kabupaten Magelang, Edy Nurhasan mengatakan unjuk rasa dilakukan sebagai bentuk protes semakin tingginya impor tembakau yang masuk Indonesia. Hal ini, katanya berdampak buruk pada sektor pertanian tembakau di Indonesia termasuk di Kabupaten Magelang.
            Di tahun ini, kata dia impor tembakau sudah menembus 60 persen kuota tembakau nasional atau 120 ribu ton tembakau. Dengan makin tingginya quota impor itu, keterserapan produk tembakau lokal makin menipis. ”Dampaknya sudah mulai terasa kita makin kesulitan dalam menjual tembakau,” paparnya usai beraudiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Magelang, siang tadi.
            Bahkan, kedepan, dia memprediksikan hal ini akan berdampak pada jumlah petani tembakau yang semakin turun. ”Juga pengangguran bagi mereka yang biasa bekerja dengan mengandalkan tembakau,” paparnya.
            ”Dalam satu proses tanam hingga peracikan tembakau ini sudah tidak terhitung berapa besar orang yang berkecimpung didalamnya. Mulai dari petaninya, hingga buruh angkatnya,” kata dia.
            Untuk itu, dalam aksi kemarin pihaknya meminta kepada pemerintah untuk melakukan pembatasan impor. Misalkan dengan menetapkan formulasi penyerapan tembakau. ”25 persen tembakau impor dan 75 persennya adalah tembakau lokal,” katanya.
            Juga diperlukan peningkatan kualitas tanam tembakau melalui pendampingan dan pemberdayaan dari pemerintah. ”Kita harus terus diberikan pendampingan untuk terus bisa menyesuaikan kualitas tembakau seperti kebutuhan pasar,” paparnya.
            Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sariyan Adi Yanto mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya P3TM untuk menyampaikan aspirasinya tersebut. Menurutnya, impor tembakau yang sudah berdampak buruk pada sektor pertembakauan lokal. ”Apalagi, belakangan panen tembakau gagal karena anomali cuaca sehingga berdampak pada keterserapan tembakau di pabrik,” katanya.
            Menurutnya, di tengah keterpurukan ini, Pemerintah seharusnya memberikan proteksi melalui kebijakan untuk melindungi petani dan pedagang tembakau. ”Kita berharap proses ini mendapat sambutan yang baik dari pemerintah dan quota impor bisa dibatasi,” harapnya.
            Sariyan mengaku yakin, petani Indonesia sebenarnya sangat mampu untuk memproduksi tembakau sendiri, baik dari sisi lahan maupun sumber daya manusia.”Maka ketika ada kebijakan impor ini petani akan tergerak. Karena yang dibutuhkan adalah kebijakan untuk melakukan intensifikasi tembakau,” kata dia. (bn1)

foto : Internet
           

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: