Bupati : ODP yang Bandel, Saya Kunci di Rumah Berhantu


BNews—SRAGEN— Ancaman serius disampaikan oleh Bupati Sragen Kusdinas Untung Yuni kepada warganya yang ngeyel tak mau karantina saat berstatus ODP. Dia bahkan mengancam akan mengurung di rumah kosong.

“Apabila dikarantina mandiri terus kemudian dia tidak menepati surat yang telah dibuat, menganggap remeh serta mengabaikan begitu saja beberapa desa telah meminta izin ke saya untuk mengkarantina di gedung SD yang kosong atau di rumah kosong. Saya izinkan kalo perlu dikunci dari luar biar gak usah keluar, atau rumah yang berhantu sekalian, tapi tetap diberi makan dan diawasi,” kata Yuni, kemarin.

Bupati Sragen, mengatakan hal itu boleh dilakukan apabila ODP tidak tertib melakukan karantina mandiri di rumah. Langkah itu bisa dilakukan mengingat ODP telah membuat surat pernyataan mau dan bersedia dikarantina mandiri.

“Tapi kalo ngeyel begitu ya saya silahkan. Tapi saya sampaikan peringati terlebih dulu warganya bahwa kalau memang dia ternyata keluar rumah sampaikan karantinanya walaupun sekarang hari kelima mulai dari hari pertama lagi,” kata Yuni.


Tidak adanya tempat karantina khusus bagi para Pelaku Perjalanan (PP) atau pemudik di Kabupaten Sragen membuat Pemda memperketat lini di desa. PP dengan Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi tanggungjawab Camat beserta lurah dan gugus tugas di tingkat desa yaitu ketua RT.

“Mereka ini diminta untuk melaporkan sampai tingkat kabupaten datanya by name by address, makanya PP yang memakai mobil pribadi karena sulit terjangkau kita antisipasi di tingkat desa,” kata Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno.


Dia berharap teman-teman di tingkat desa menjadi garda terdepan guna mencegah Covid-19, sementara para medis menjadi garda terakhir.

Loading...


“Teman-teman di tingkat desa ini yang menjadi garda terdepan kita untuk mencegah Covid-19, kalau dokter, perawat itu harapan kita jadikan garda terakhir saja bukan garda terdepan,” kata Dedy. (her/wan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: