Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Usia Calon Haji Jateng 2026 : Termuda 13 Tahun Asal Magelang, Tertua 94 Tahun Dari Klaten

Usia Calon Haji Jateng 2026 : Termuda 13 Tahun Asal Magelang, Tertua 94 Tahun Dari Klaten

  • calendar_month 18 menit yang lalu

BNews-JATENG – Sebanyak 34.122 calon haji (calhaj) asal Jawa Tengah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Dari jumlah tersebut, calon haji tertua berusia 94 tahun berasal dari Kabupaten Klaten, sementara yang termuda berusia 13 tahun berasal dari Kabupaten Magelang.

Berdasarkan data, sebanyak 29.121 calon haji asal Jawa Tengah akan diberangkatkan melalui Embarkasi Solo, sedangkan sisanya melalui Embarkasi Yogyakarta.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Fitriyanto, menjelaskan bahwa dari total 34.122 calon haji tersebut terdiri atas 32.138 calon haji nomor porsi, 1.706 calon haji prioritas lansia, 191 petugas haji daerah, serta 87 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

“Calon haji tertua dari Kabupaten Klaten, termuda dari Kabupaten Magelang, usianya 13 tahun dan itu menggantikan,” kata Fitriyanto kepada wartawan, Senin (20/4/2026).

Berdasarkan data, calon haji termuda diketahui bernama Kyra Talita Sakhi yang lahir pada November 2012 dan berasal dari Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.

Sementara itu, calon haji tertua bernama Dalimin Harjo Sumarto, warga Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Ia lahir pada Maret 1932 dan kini berusia 94 tahun. Dengan demikian, selisih usia antara calon haji tertua dan termuda di Jawa Tengah mencapai 80 tahun.

Fitriyanto menambahkan, kloter pertama yang akan masuk ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, berasal dari Kabupaten Tegal.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Kedatangan kloter pertama dijadwalkan pada 21 April 2026 pukul 06.00 WIB dari Kabupaten Tegal, sebanyak 360 orang terdiri dari 356 calhaj dan empat orang petugas,” ujarnya.

Sebagian Dialihkan ke Embarkasi Yogyakarta

Kloter pertama Embarkasi Solo tersebut dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada 22 April 2026. Pada musim haji 2026, terdapat perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni adanya pembagian keberangkatan melalui Embarkasi Yogyakarta.

Sebanyak 29.121 calon haji asal Jawa Tengah akan diberangkatkan melalui Embarkasi Solo yang terbagi dalam 81 kloter. Sementara itu, 15 kloter lainnya dari Jawa Tengah akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta, bergabung dengan total 26 kloter dari wilayah tersebut.

“Ada 15 kloter [dari Jawa Tengah] yang berangkat lewat Embarkasi Jogja. Jadi bergabung ke sana, total ada 26 kloter yang berangkat dari Jogja,” jelasnya.

Adapun calon haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta berasal dari Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Kebumen.

Menurut Fitriyanto, pengalihan sebagian calon haji ke Embarkasi Yogyakarta dilakukan dengan mempertimbangkan kedekatan geografis wilayah eks Karesidenan Kedu, sekaligus untuk mengurangi tingkat kelelahan jemaah serta meningkatkan kualitas pelayanan.

“Selain untuk meningkatkan layanan, kalau di Solo nanti bisa terlalu padat dengan 4-5 kloter per hari. Sehingga dipecah ke Jogja, maka tingkat kesibukan di Embarkasi Solo berkurang dan untuk menambah kenyamanan jemaah,” jelasnya.

Kartu Nusuk Dibagikan Sejak di Embarkasi

Fitriyanto juga menyampaikan adanya perbedaan dalam pelaksanaan haji tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya terkait pembagian Kartu Nusuk.

Kartu Nusuk merupakan identitas digital resmi dari Pemerintah Arab Saudi yang wajib dimiliki setiap jemaah haji.

Pada tahun sebelumnya, Kartu Nusuk dibagikan dan diaktifkan saat jemaah tiba di Arab Saudi. Namun pada tahun 2026 ini, kartu tersebut sudah dibagikan dan diaktifkan sejak di embarkasi.

“Tanpa adanya Kartu Nusuk, jemaah mana pun tidak bisa melaksanakan ibadah haji di Makkah dan Madinah,” kata dia. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less