Resmi Ditutup Selama Setahun, Candi Mendut Akan Dipugar hingga Punya Atap Lagi
- calendar_month 28 menit yang lalu

Wisata Candi Mendut di Magelang Tutup Selama Setahun Sampai Tahun 2027_foto Bayu Sapta Nugraha
BNews-MAGELANG– Candi Mendut di Kabupaten Magelang resmi ditutup untuk kunjungan wisata mulai 5 Agustus 2026 hingga 5 Agustus 2027. Penutupan dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan rehabilitasi tahap II yang bertujuan melestarikan salah satu cagar budaya nasional sekaligus warisan dunia agar kembali mendekati bentuk aslinya.
Selama proses rehabilitasi berlangsung, seluruh kawasan Candi Mendut akan difokuskan untuk pekerjaan pemugaran yang menjadi bagian dari program Kementerian Kebudayaan.
Melalui rehabilitasi tersebut, pemerintah berharap kualitas kawasan wisata Candi Mendut semakin meningkat sehingga mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan setelah proyek selesai.
Rehabilitasi Candi Mendut Fokus pada Konservasi dan Penguatan Wisata
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Farnia Berliani Sri Tulodho, mengatakan rehabilitasi tahap II tidak hanya berorientasi pada upaya konservasi cagar budaya, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat daya tarik pariwisata.
“Candi Mendut akan dipugar mendekati bentuk aslinya, termasuk melengkapi bagian yang selama ini belum ada, seperti atap candi,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Menurut Farnia, selain pemugaran fisik, kawasan Candi Mendut juga direncanakan dikembangkan sebagai ruang pertunjukan seni dan budaya, termasuk penyelenggaraan berbagai kegiatan pada malam hari.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas aktivitas wisata yang selama ini lebih banyak berlangsung pada siang hari.
Diharapkan Wisatawan Tinggal Lebih Lama di Magelang
Pemerintah Kabupaten Magelang menilai pengembangan pertunjukan seni dan event budaya di kawasan Candi Mendut akan memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata.
Dengan hadirnya berbagai agenda budaya, wisatawan diharapkan tidak hanya berkunjung dalam waktu singkat, tetapi juga menghabiskan waktu lebih lama di kawasan Magelang.
Kondisi tersebut diyakini mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil, pedagang, hingga sektor jasa pariwisata di sekitar kawasan Candi Mendut.
Pedagang Dukung Rehabilitasi, Khawatir Kehilangan Penghasilan
Salah seorang pedagang suvenir di kawasan Candi Mendut, Siti Khotimah, menyatakan mendukung pelaksanaan rehabilitasi karena meyakini proyek tersebut akan memberikan manfaat bagi sektor pariwisata di masa mendatang.
Meski demikian, ia mengaku khawatir terhadap keberlangsungan usahanya selama masa penutupan kawasan wisata yang berlangsung selama satu tahun.
“Kalau nanti sudah bagus, tentu kami senang karena pengunjung bisa lebih ramai. Tapi selama satu tahun ini kami bagaimana?,” terangnya.
Siti menjelaskan, pada rehabilitasi tahap pertama, para pedagang kios sempat memperoleh kompensasi berupa keringanan biaya sewa.
Namun, untuk rehabilitasi tahap II, menurutnya hingga kini belum ada kepastian mengenai skema kompensasi, terutama bagi pedagang lapak.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Meski begitu, ia mengapresiasi proses sosialisasi yang dinilai lebih baik dibandingkan sebelumnya karena para pedagang memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai pelaksanaan proyek rehabilitasi.
Pelaku Usaha Berharap Ada Kejelasan Kompensasi
Hal senada disampaikan Sugiyo, juru parkir di kawasan Candi Mendut.
Ia mengatakan para pelaku usaha pada dasarnya mendukung program rehabilitasi tersebut dengan harapan jumlah wisatawan akan meningkat setelah proyek selesai.
“Kami mendukung saja. Harapannya nanti pengunjung lebih banyak,” lontarnya.
Meski demikian, Sugiyo menyebut pembahasan mengenai bentuk kompensasi bagi pelaku usaha yang terdampak penutupan kawasan masih terus berlangsung.
Menurutnya, sejumlah opsi memang telah disampaikan dalam forum sosialisasi, namun hingga kini belum ada keputusan final.
“(Kompensasi) masih dibahas. Belum benar-benar jelas,” sambungnya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar