Candi Mendut Mulai Diselimuti Terpal

BNews—MUNGKID— Balai Konservasi Borobudur (BKB) mulai menutup bangunan Candi Mendut di Kabupaten Magelang dengan terpal, Kamis (26/11). Penutupan seluruh bagian candi dilakukan karena meningkatnya status Gunung Merapi menjadi Siaga sekaligus antisipasi potensi bila terjadi hujan abu.

Koordinator Kelompok Kerja Pemeliharaan Kawasan Candi Borobudur, Bramantara menuturkan, persiapan ini dilakukan berdasarkan pengalaman erupsi Merapi pada 2010. Dimana ketika abu vulkanik mengguyur candi berdampak besar terhadap batuan-batuan tersebut.

”Ini bentuk awal tanggap bencana yang dilakukan BKB dalam rangka mengantisipasi ketika nanti terjadi erupsi Merapi (hujan abu) sampai di kawasan Borobudur,” tutur Bramantara kepada Borobudur News saat ditemui di kompleks Candi Mendut, Kamis (26/11).

”Dan ketika dilindungi dengan kover (terpal), otomatis abu tidak akan langsung terkena batu. Karena saat abu benar-benar mengenai candi itu proses pembersihannya memakan waktu lama,” imbuhnya.

Candi Mendut pernah ditutup terpal dalam simulasi pascaerupsi Merapi 2010 di tahun 2012-2013. (Sumber: Bramantara)

Bramantara menjelaskan, tubuh candi akan ditutup kover dari bagian atas hingga bawah. Bahan pembungkus jenis terpal yang digunakan juga khusus alias tidak sembarangan. Dirinya mengklaim, material yang dipakai memiliki tingkat kekuatan serta mampu menjaga kelembapan yang baik.

”Kalau asal memilih, otomatis candi yang ditutup kover dalam waktu jangka lama akan berefek tumbuhnya jamur. Dan jika ada rembesan titik keluar hujan disitu dimungkinankan terjadi penggaraman,” jelasnya.

Meski candi mulai dibungkus terpal, pihaknya memastikan tidak akan mengganggu kunjungan wisatawan. Artinya, pengunjung tetap diperbolehkan masuk namun hanya sebatas menikmati panorama candi dari halaman.

”Kita tetap buka seperti biasa. Tapi kami kembalikan lagi, apakah dengan dikover wisatawan tetap tertarik untuk membuat satu foto yang luar biasa dari biasanya atau hanya cukup melihat dari luar itu pilihan mereka. Tidak masalah,” terangnya.

Baca juga: Viral, Candi Borobudur Berubah jadi Warna-warni

Apabila erupsi Merapi benar-benar terjadi, Bramantara berharap tidak sebesar 2010. Atau efek hujan abu yang sampai Candi Borobudur, Mendut dan Pawon sedikit bahkan tidak ada.

”Kita tidak bisa menolak siklus erupsi Merapi. Tapi harapan kita dampaknya kecil atau sukur-sukur tidak ada,” pungkasnya.

Hingga berita ditulis, proses pembungkusan sedang dilakukan di bagian atas candi atau baru mencapai lima persen. Sementara untuk target pemasangan total dari atas hingga bawah kurang lebih akan selesai dalam tempo waktu dua pekan. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: