CATAT…Ini Janji Dinas Soal Waktu Penempatan Pasar Muntilan Saat Disidak DPRD

BNews—MUNTILAN— DPRD Kabupaten Magelang mengelar sidak ke Pasar Muntilan untuk memastikan progress penempatan pedagang yang terkesan molor. Meski telah selesai dibangun pasar tak kunjung difungsikan.

Dalam sidak yang dipimpin oleh Ketua Komisi II Grengseng Pamudji mereka mendesak supaya bangunan pasar segera difungsikan. Supaya proses pengembalian perekonomian pedagang bisa segera pulih.

Advertisements


“Kami melakukan pengecekan supaya progress di lapangan ini bisa terlihat. Mau kapan difungsikan juga harus jelas. Jangan molor-molor terus,” kata Ketua Komisi II Grengseng Pamudji.


Selain soal penempatan, DPRD juga mendapati banyak masukan soal ukuran kios dan los yang dinilai terlalu sempit. “Kami banyak masukan ukura kios dan los sangat tidak layak,” kata dia.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Asfuri Muhsis mengatakan terkait ukuran los, sudah cukup ideal bagi para pedagang pasar. ‘Karena jumlah pedagang pasar Muntilan mencapai sekitar 3300 pedagang, maka kita upayakan akomodir semua,” jelasnya.

“Kita maksimalkan yang sudah ada,” tegasnya.

Sementara terkait penempatan Pasar Muntilan, Asfuri menjanjikan akan dimulai pada 15 November 2019, mendatang. “Sekarang sebenarnya pedagang sudah bisa mulai pindah semejak disosialisasikan. Namun saat ini pedagang masih melakukan proses pembuatan pintu dan atap kios sendiri serta penataan kios atau losnya,” kata dia.

“Besok tanggal 15 November pasar sementara tutup, dan semua pedagang pasar muntilan sudah menempati lokasi baru,” tandasnya.

Ketua Paguyupan Pedagang Pasar Umum Muntilan (P3UM), Untung Iskandar menyebutkan terdapat sekitar 3300 pedagang pasar Muntilan. “Rincian tersebut yakni 1502 pedagang los, 1400 lesehan, dan kiso sekitar 269 pedagang,” bebernya.

Untung mengaku, bahwa kebanyakan pedagang mengeluh terkait kondisi dagangan mereka mendekati bangkurt. “Situasi seperti itu menjadi tambahan beban pikiran mereka karena masih menebus harga los atau kios serta membuat tutup roling dor dan atap kios atau los mereka,” kata dia.

Tidak hanya itu terkait jalan antar los dan kios pedagang juga merasa terlalu sempit, serta ada beberapa los yang terisi tiang penyangga besar sehingga spacenya berkurang. (bsn/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: