Dampak Perekonomian Masyarakat Magelang Akibat Pandemi Covid-19

BNEWS—MUNGKID—Status tanggap darurat Covid-19 di Kabupaten Magelang sudah berlangsung sejak 16 maret 2020 lalu. Berbagai langkah antisipisasi telah dilakukan Pemkab Magelang untuk menekan penularan Covid-19 diwilayahnya.

Langkah astisipasi antara lain imbauan physical distancing, pemberlakuan bekerja dari rumah, penutupan tempat wisata dan penutupan sekolah-sekolah. Hal tersebut berdampak pada terhadap pekerjaan dan pendapatan bagi masyarakat.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Magelang pun telah melakukan Analisis Hasil Survei Sosial Ekonomi Dampak Covid-19 di Era New Normal Kabupaten Magelang. Survei terhitung sejak bulan Januari hingga Juni 2020.

Dilansir dari laman magelangbps.go.id pengaruh terhadap pekerjaan semasa new normal. Terjadi peningkatan yang terkena PHK, berkerja namun dirumahkan dan tidak bekerja dari bulan April hingga Mei 2020.

Pada bulan April sebanyak 15,34 persen yang bekerja namun dirumahkan, 5,50 persen responden mengalami terkena PHK atau tempat usaha tutup dan 9,25 persen responden tidak bekerja.

Pada bulan Mei sebanyak 14,17 persen yang bekerja namun dirumahkan. Kemudian 5,62 persen mengalami PHK atau tempat usaha tutup dan 9,37 persen responden tidak bekerja.

Loading...

Sementara pendapatan responden mengalami penurunan akibat dampak dari pandemi Covid-19 di masa new normal. Penurunan pendapatan terjadi pada bulan April 2020. Dimana sebesar 38,52 persen respoden mengalami penurunan pendapatan.

Untuk responden, total ada 584 orang atau penduduk Kabupaten Magelang yang berpartisipasi dalam mengisi kuesioner tersebut. Responden merupakan penduduk berusia 17 tahun ke atas.

Hasil survei tersebut dirancang menggunakan Non Probability Sampling untuk mendapatkan respon partisipasi sebanyak-banyaknya. Dengan kurun waktu satu minggu pelaksanaan, yang dilakukan BPS Kabupaten Magelang.

Download Musik Keren (Disini)

Keunggulan survei ini yakni menyediakan data terkini dan sebagai alat untuk memberikan gambaran serta kondisi terkini soal sosial ekonomi menurut karakteristik demografi masyarakat. Pertanyaan kuesioner dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi yang terkait dengan penanganan wabah.

Adapun keterbasannya yakni penggunaan metode online yang mengakibatkan terjadinya bias disbanding metode wawancara. Analisis yang dihasilkan merupakan gambaran individu yang secara sukarela berpartisipasi dan tidak mewakili kondisi seluruh masyarakat Jawa Tengah. (rur)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: