Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Punya 596 Hektare Lahan dan Destinasi Wisata, Desa Kepyar Disiapkan Keluar dari Kemiskinan

Punya 596 Hektare Lahan dan Destinasi Wisata, Desa Kepyar Disiapkan Keluar dari Kemiskinan

  • calendar_month Kam, 20 Agu 2026

BNews—JATENG— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan Desa Kepyar, Kabupaten Wonogiri, sebagai proyek percontohan Project Based Learning (PBL) untuk mendorong percepatan pengentasan kemiskinan.

Program yang dijalankan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah tersebut mengandalkan kolaborasi lintas sektor untuk menggali sekaligus mengembangkan berbagai potensi desa.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan program tersebut melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, badan usaha milik daerah (BUMD), perangkat daerah, hingga masyarakat.

“Harapannya, desa-desa itu bisa naik kelas, tidak miskin lagi, dan mampu bersaing dengan desa lain,” kata Luthfi di Semarang, Kamis (20/8/2026).

Pendidikan Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan

Menurut Luthfi, pendidikan dasar memiliki peran penting dalam memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan ekonomi.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga harus menjadi bagian penting dalam program tersebut.

“Pengentasan kemiskinan itu basisnya adalah layanan dasar yaitu pendidikan. Saya berharap terobosan kreatif ini bisa mereduksi jumlah desa termiskin di tempat kita,” ujarnya.

Desa Kepyar merupakan salah satu lokus Program Desa Dampingan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Desa tersebut memiliki sekitar 4.400 penduduk.

Sebagian masyarakat Desa Kepyar masih menggantungkan sumber penghasilan dari sektor pertanian dan bekerja sebagai buruh tani.

Melalui program pendampingan, persoalan yang ditangani tidak hanya berkaitan dengan ekonomi. Pemprov Jateng juga menyasar sektor pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, rumah tidak layak huni (RTLH), hingga sanitasi.

Literasi dan inklusi keuangan masyarakat juga menjadi bagian dari pendampingan untuk meningkatkan kapasitas warga dalam mengelola serta mengembangkan perekonomian keluarga.

Punya 596 Hektare Lahan Pertanian

Desa Kepyar memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Salah satunya berasal dari sektor pertanian dengan luas lahan mencapai sekitar 596 hektare.

Selain itu, terdapat delapan kelompok tani, 12 UMKM, dan 15 pedagang mikro yang menjadi bagian dari potensi ekonomi masyarakat setempat.

Berbagai potensi tersebut akan dikembangkan melalui pendekatan PBL untuk memperluas sumber penghasilan masyarakat sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi desa.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Tak hanya pertanian, Desa Kepyar juga memiliki sejumlah potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Potensi tersebut antara lain agrowisata semangka dan melon, river tubing, Air Terjun Sanginan, hingga Watu Lumbung.

Pengembangan sektor wisata diharapkan dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha pendukung pariwisata.

Pertanian, UMKM hingga Wisata Dikembangkan

Melalui pendekatan Project Based Learning, sektor pertanian akan diperkuat, UMKM mendapatkan pendampingan, sementara potensi wisata dibantu agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dengan pola tersebut, pengentasan kemiskinan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek. Program juga diarahkan pada peningkatan kapasitas, keterampilan, serta akses masyarakat terhadap peluang usaha.

“Tentu perlu kebersamaan antara universitas, masyarakat, BUMD, dan dinas terkait untuk ikut turun, sehingga masyarakat lebih berdaya dan tidak kembali miskin,” kata Luthfi.

Pemprov Jawa Tengah berharap pola pendampingan melalui PBL di Desa Kepyar dapat memberikan hasil nyata dan berkelanjutan.

Jika berhasil, program tersebut berpeluang dikembangkan sebagai model pengentasan kemiskinan yang dapat diterapkan di desa-desa lain di Jawa Tengah.

Dengan menggabungkan pendidikan, penguatan ekonomi, pertanian, UMKM, kesehatan, serta pengembangan pariwisata, Pemprov Jateng menargetkan masyarakat desa tidak hanya keluar dari kemiskinan, tetapi juga mampu tumbuh dan bersaing secara mandiri. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less