Trend Goweser Mulai Menurun di Jalanan Magelang

BNEWS—MAGELANG—Tren bersepeda di Magelang akhir-akhir ini mulai terlihat menurun. Berbeda dengan dua bulan lalu, dimana olahraga bersepeda sangat populer di kalangan masyarakat Magelang bahkan hingga daerah-daerah lain di Indonesia.

Salah satu anggoto komunitas Gowes Magelang, Toto mengatakan tren bersepeda ini belum tentu berujung pada masifnya penggunaan sepeda sebagai alat transportasi harian.

Menurutnya, sebagian dari masyarakat menggunakan sepeda hanya untuk melepas penat dan mengisi waktu luang.

“ Jadi tidak selalu menggunakan sepeda dalam jangka waktu yang panjang sebagai alat transportasi harian seperti di Negara Inggris atau Jepang misalnya,” imbuhnya.

Tambahnya, selama pandemi, masyarakat memandang sepeda sebagai sarana olahraga dan rekreasi semata. Dalam hal ini pemerintah perlu memperbanyak kemudahan bagi pesepeda, salah satunya jalur khusus agar aman bagi pesepeda dan pengguna jalan lain.

Toto menyebut pesepeda mesti melaju di sisi paling kiri dan mematuhi aturan lalu lintas. Serta kepatuhan pesepeda vital, bukan cuma untuk keselamatan pribadi tapi juga pengguna jalan lainnya.

“Kami selalu ingatkan pesepeda untuk selalu berjalan di sisi paling kiri. Kalau ada pejalan kaki, pesepeda bisa lewat situ dengan tetap memprioritaskan pejalan kaki,” ujar Toto.

Sebagai tambahan informasi, selama Januari hingga Juni 2020, setidaknya terjadi 29 kecelakaan lalu lintas . Dimana yang melibatkan pesepeda di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut data Bike To Work Indonesia, sebanyak 58% di antaranya mengakibatkan kematian pesepeda. (rur/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: