Destinasi Wisata di Magelang Jebol Diterjang Banjir

BNews—MUNTILAN— Hujan deras yang mengguyur wilayah di Kabupaten Magelang pada Senin malam (26/10) menyebabkan beberapa sungai meluap hingga merusak kawasan wisata. Salah satu objek wisata yang terdampak adalah Taman Seribu Cinta di bantaran Sungai Blongkeng, Muntilan.

Dalam video berdurasi 30 detik yang diterima redaksi, destinasi taman buatan tersebut terendam luapan banjir. Beberapa gazebo, tempat duduk, tanaman hingga kolam renang berbentuk kapal terlihat rusak dengan kondisi cukup parah.

Pengarah sekaligus Promotor Taman Seribu Cinta Muntilan, Joni Budi Hermanto mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terparah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

”Ini paling parah. Dulu-dulu, kalau air meluap kita hanya mengganti tanaman yang rusak terbawa arus sungai,” kata Joni saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (26/10).

Joni menjelaskan, saat ini debet air masih cukup deras dengan ketinggian hampir satu meter. Ketinggian air itu disebut tiga kali lebih tinggi dibanding biasanya.

”Ketinggian biasanya sekitar 30 sentimeter. Sampai sekarang kurang lebih jadi satu meter,” jelasnya.

Guna menghindari kerusakan yang cukup parah, pihaknya langsung melakukan perbaikan. Diantaranya membuat bendungan sementara dengan tumpukan karung berisi pasir.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

”Tanggul yang jebol langsung kita perbaiki. Rabu selesai. Clear. Kecuali kapal (kolam renang dan main bola) belum bisa kita perbaiki,” ungkapnya.

Kendati terdampak bencana banjir, pihaknya tidak menutup destinasi tersebut. Sebab, wisata tersebut tidak hanya mengandalkan wahana permainan anak saja.

Meskipun diakui, sejak diterjang banjir jumlah kunjungan wisatawan tidak sampai separuhnya. Dengan imbauan dilarang untuk mandi.

”Hari Senin-Jumat 100-200. Sabtu- Minggu bisa sampai 300. Kalau hari ini tidak ada separuhnya,” ujar dia.

Ia juga menambahkan, beberapa tambak ikan di Sungai Blongkeng juga ikut jebol. ”Kolam ikan di sisi utara kena (banjir). Ikan nila, bawal, lele lepas terseret arus deras. Jadi banyak warga yang mancing di sana,” jelas pria yang juga menjabat Kasi Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang.

Akibat bencana banjir tersebut, Joni menyebut kerugian materiil mencapai puluhan juta rupiah. ”Kerugian 20-30 juta,” pungkasnya. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: