Deteksi Dini TBC Anak, SSR Mentari Sehat Indonesia Wonosobo Gelar Skrining Massal

BNews–WONOSOBO– Menghadapi tantangan baru dalam penanggulangan TBC di masa pandemi, SSR Mentari Sehat Indonesia menggandeng pihak lain. Yakni Dinas Kesehatan Wonosobo melalui Puskesmas Kertek 1 dan Posyandu Kenanga.

Mereka menggelar skrining dan tes tuberkulin untuk balita secara massal di Posyandu Dusun Kemiri, Wringinanom, Kertek, Sabtu (20/11/2021).

Staf Program SSR Mentari Sehat Indonesia, Wening Tyas Suminar, S.Pd menjelaskan bahwa ini menjadi langkah deteksi dini; yakni terhadap kemungkinan adanya penularan bakteri Mycobacterium tuberculosis pada anak-anak khususnya balita.

“Alhamdulillah hari ini berjalan lancar. Tujuan utama skrining dan tes tuberculin ini memang untuk deteksi dini TB pada anak. Setelah diberikan edukasi sebelumnya oleh bidan desa, kader TB dan kader posyandu, warga ternyata antusias. Dari target 60 anak, yang hari ini diskrining dan dites ada 75 anak,” jelasnya.

Wening menambahkan, jika nanti ditemukan ada yang terdeteksi TBC, akan dilakukan edukasi dan dirujuk ke puskesmas agar bisa segera dimulai pengobatan. Dan jika hasilnya negatif tapi merupakan kontak serumah atau kontak erat dengan indeks kasus, tetap akan dirujuk ke puskesmas untuk pemberian TPT atau Terapi Pencegahan Tuberkulosis.

“Kami berharap semua anak sehat. Tapi ini juga sudah menjadi bagian dari tugas kami, memastikan bahwa anak-anak tersebut benar-benar sehat ataukah harus segera diberikan pengobatan”, tambahnya.

Senada dengan yang disampaikan Wening, dokter umum Puskesmas Kertek 1, dr. Annisa Septiningrum menyambut baik agenda kolaborasi ini dan tidak menyangka bahwa antusiasme warga cukup tinggi. Ia mengaku dengan kegiatan ini minimal ia dapat mengetahui data secara dini kondisi warga di wilayah layanan puskesmas Kertek 1.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Antusias masyarakat yang memiliki balita terutama yang merupakan kontak erat cukup tinggi. Semoga dengan diadakannya kegiatan tadi dapat bermanfaat dan kerjasama ini tidak berhenti sampai disini saja. Anak dengan risiko TBC, kontak erat TBC, dapat terdeteksi sejak dini sehingga bisa mendapatkan tatalaksana yang tepat sesegera mungkin”, tuturnya.

Dhiani Fadlilah, Technical Officer TB Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo yang turut hadir membersamai kegiatan mengungkapkan bahwa temuan kasus TB anak di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2021 sampai dengan bulan Oktober mengalami peningkatan dibandingkan dengan penemuan kasus di sepanjang tahun 2020.

“Tahun 2021 sampai dengan November 2021 jumlah kasus TB anak yang ditemukan 310 kasus dengan perkiraan 158 kasus. Terima kasih kami ucapkan kepada Yayasan Mentari Sehat Kab. Wonosobo yang telah mengadakan pemeriksaan tuberkulin tes bekerja sama dengan kader dan puskesmas wilayah setempat. Pemeriksaan tuberkulin tes dilakukan kepada anak yang merupakan kontak erat dari pasien TB yang sedang dalam pengobatan atau sudah sembuh dalam melakukan pengobatan. Semoga dengan diadakannya tuberkulin tes di Kab. Wonosobo dapat mendeteksi secara dini kasus TB anak dan meningkatkan pemberian TPT pada anak. “, ungkap Dhiani.

Ditemui di tempat terpisah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo, Ny. Dyah Afif Nurhidayat, S.STP mengapresiasi seluruh tim yang bertugas pada agenda kolaborasi yang dilakukan oleh SSR Mentari Sehat Indonesia dengan Dinas Kesehatan dan Posyandu. Beliau juga berpesan agar deteksi, pengobatan maupun pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Terima kasih untuk para dokter, bidan, programer TBC, tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan dan juga para kader TBC Mentari Sehat Indonesia maupun kader Posyandu. Terima kasih juga untuk antusiasme warga yang sadar akan pentingnya memeriksakan diri dan balitanya jika ada risiko tertular TBC. Untuk segenap keluarga, apabila ada anggota dengan gejala TBC segera memeriksakan ke dokter atau rumah sakit agar segera diobati dan ditangani sehingga tidak menularkan pada anggota keluarga yang lainnya. Tidak perlu takut karena TBC bisa diobati. Salam sehat untuk semuanya.”, pesan beliau.

Diketahui, dalam kegiatan tersebut, selain petugas Puskesmas melakukan tes tuberculin, kader Posyandu juga melakukan pengecekan kesehatan tumbuh kembang balita dan pemberian makanan tambahan, sedangkan para kader TBC melakukan skrining TBC yang beberapa diantaranya adalah batuk lebih dari 2 minggu dan berat badan yang tidak naik. Hasil tes tuberculin akan terbaca selama 48-72 jam setelah dilakukan penyuntikan, sehingga hari Senin (22/11/2021) akan dilakukan follow up pengecekan dan pengukuran pada indurasi yang terbentuk di area suntik oleh tenaga kesehatan Puskesmas Kertek 1 dibantu oleh para kader posyandu dan kader TBC. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: