Di Akmil Magelang, Taruna Bule Ini Sampaikan Cita-citanya Dihadapan Menhan Prabowo

BNews—MAGELANG— Masih ingat dengan pemuda ganteng blasteran darah Indonesia-Prancis, Enzo Zenz Allie? Kini ia diketahui tengah berjuang menyelesaikan pendidikan taruna di Akmil Magelang.

Enzo secara beruntung juga bertemu, bertatap muka dengan Menteri Pertahanan Letjen TNI (purn) Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus itu diketahui melaksanakan kunjungan kerja di Akmil Magelang didampingi  Jenderal TNI Andika Perkasa, Jumat (3/7).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo nampak berbincang singkat dengan taruna yang jauh waktu sempat mengundang kontroversi publik. Percakapan itu direkam dalam sebuah video yang kemudian diunggah Juru Bicara Menhan, Dahnil Dahnil Anzar Simanjuntak di media sosial Instagramnya, @dahnil_anzar_simanjuntak.

Terlihat ditengah obrolan, Prabowo membetulkan kerah seragam loreng Enzo dengan tangan kirinya. Sembari menyanyakan dari daerah mana Enzo berasal.

”Siap! Asal Banten,” jawab Enzo dengan nada tegas.

Jenderal Andika kemudian menjelaskan ke Prabowo bahwa Enzo berdarah Perancis. ”Oh, Bapakmu Prancis, Ibu Banten (Jawa Barat),” respons Prabowo dengan sedikit kaget.

Kemudian Prabowo menanyakan di mana ayah Enzo berada dan dijawab sudah meninggal dunia. Kepada Prabowo, Enzo mengaku ingin masuk korps infanteri dan bergabung bersama Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Loading...

”Oke, terima kasih. Selamat berjuang,” tutur Prabowo.

Menteri Prabowo Subianto berkunjung ke Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah, dalam rangka memberikan pembekalan kepada calon perwira remaja TNI Angkatan Darat. Prabowo sekaligus memberikan dukungan agar para taruna mampu menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Diberitakan sebelumnya, menyeruak kabar menghebohkan tentang Enzo di media sosial. Beredar foto dirinya membawa bendera hitam yang kerap diidentikkan dengan bendera HTI, organisasi yang telah dinyatakan terlarang oleh Pemerintah Indonesia.

Kabar itu sempat menimbulkan perdebatan di media sosial. Bahkan Menteri Pertahanan kala itu, Ryamizard Ryacudu pun angkat bicara. Mahfud MD sempat menilai TNI kecolongan soal Enzo.

Untuk meredam keriuhan, Jenderal Andika langsung turun tangan memberi penjelasan bahwa sejak awal TNI tidak ragu terhadap 364 taruna Akmil yang telah diterima. Seluruh taruna telah memenuhi standar sesuai alat pengukuran yang telah lama diterapkan, dari akademik, kesehatan jasmani, psikologis hingga mental.

Enzo dinyatakan memenuhi standar. Indeks moderasi bernegara pria berparas tampan itu mencapai 84 persen. Dalam kesempatan tersebut, Andika bahkan menyampaikan permintaan maaf TNI AD atas keriuhan yang terjadi. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: