23 Ribu Umat Buddha Sudah Terdaftar Ikuti Waisak 2026 di Borobudur
- calendar_month 36 menit yang lalu

Menjelang Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang, Walubi Jateng Temui Gubernur Jateng
BNews-JATENG – Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 diperkirakan akan mendongkrak aktivitas ekonomi di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Hal tersebut menyusul tingginya antusiasme umat Buddha yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang untuk mengikuti rangkaian hingga puncak perayaan Waisak 2026.
Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, mengatakan jumlah peserta yang telah terdaftar hingga pertengahan Mei mencapai sekitar 23 ribu orang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Peserta datang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, Jakarta, Banten, dan paling banyak dari Jawa Tengah,” ujarnya.
Menurut Tanto, jumlah pengunjung diperkirakan masih akan terus bertambah, terutama saat malam pelepasan lampion di Candi Borobudur.
“Biasanya pada hari H masih banyak yang datang langsung. Saat pelepasan lampion bisa bertambah hampir 10 ribu orang lagi,” kata Tanto.
Lonjakan kunjungan tersebut mulai berdampak pada sektor ekonomi masyarakat di kawasan Borobudur dan sekitarnya. Hotel, homestay, hingga penginapan milik warga dilaporkan hampir penuh sejak jauh hari.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Dampaknya tentu besar untuk masyarakat, mulai hotel, homestay, warung makan, restoran, semuanya akan ramai menjelang Waisak,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum libur panjang akhir Mei menjadi salah satu faktor yang membuat perayaan Waisak tahun ini diprediksi lebih ramai dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, mengatakan dukungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjadi bagian penting dalam kelancaran penyelenggaraan Waisak Nasional.
“Pak Gubernur pernah ikut sebelumnya, dan tahun ini senang akan hadir juga,” ujarnya seusai audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kota Semarang, Rabu (13/5/2026).
Karuna menjelaskan, rangkaian kegiatan Waisak sebenarnya telah dimulai sejak awal Mei 2026. Namun, agenda besar akan berlangsung pada 23-24 Mei melalui bakti sosial kesehatan gratis di Borobudur dengan target melayani sekitar 10 ribu pasien.
Selain kegiatan sosial, panitia juga menyiapkan berbagai ritual sakral yang menjadi tradisi tahunan Waisak.
Pada 29 Mei akan dilakukan pengambilan Api Dharma dari Mrapen, Grobogan, kemudian dilanjutkan pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit pada 30 Mei 2026.
Karuna juga menyoroti perjalanan para Bhikkhu Thudong yang berjalan kaki dari Bali menuju Borobudur sejauh sekitar 660 kilometer.
“Tahun ini ada 60 bhikkhu yang ikut, terdiri dari 50 bhikkhu asing dan 10 lokal,” katanya.
Puncak perayaan Waisak 2026 akan berlangsung pada 31 Mei 2026. Berbeda dari tahun sebelumnya, detik-detik Waisak kali ini jatuh pada sore hari, tepat pukul 15.44 WIB.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Karena itu, susunan acara mengalami penyesuaian. Prosesi dimulai sejak pagi hari dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.
Setelah detik-detik Waisak berlangsung pada sore hari, pelepasan lampion perdamaian akan dibagi dalam dua sesi mulai pukul 18.30 WIB dan dilanjutkan pertunjukan sendratari pada malam hari.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap penyelenggaraan Waisak Nasional 2026.
Menurutnya, Waisak bukan hanya menjadi perayaan spiritual umat Buddha, tetapi juga simbol toleransi, persatuan, dan moderasi beragama di Indonesia.
Pemprov Jawa Tengah, lanjut Ahmad Luthfi, mendukung seluruh rangkaian kegiatan mulai dari bakti sosial kesehatan, ritual spiritual, hingga prosesi puncak Waisak di Borobudur.
Ahmad Luthfi juga memastikan akan hadir dalam rangkaian kegiatan Waisak Nasional 2026 di Borobudur. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar