Bus Listrik Trans Jateng Segera Hadir di Magelang dan Temanggung, Ini Rutenya
- calendar_month 27 menit yang lalu

Ilustrasi Bus Listrik Trans Jateng Koridor Magelang dan Temanggung_Edit By Borobudur News
BNews-MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 14 unit bus listrik untuk pengembangan koridor baru Trans Jateng rute Temanggung–Kota Magelang–Kabupaten Magelang yang direncanakan mulai beroperasi pada 2027 mendatang.
Penggunaan bus listrik tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang modernisasi transportasi massal di Jawa Tengah.
Selain untuk koridor baru, sebanyak 14 unit bus listrik juga disiapkan dalam program peremajaan armada Trans Jateng koridor Bawen–Kota Semarang.
Saat ini, kedua skema tersebut masih dalam tahap kajian guna menentukan penerapan yang paling tepat dalam implementasinya.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengatakan penggunaan kendaraan listrik memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam pengurangan emisi dan efisiensi energi.
“Kita memang punya rencana jangka panjang terkait dengan penggunaan kendaraan listrik. Secara prinsip kendaraan listrik itu memiliki beberapa keunggulan, termasuk di antaranya yang pertama pengurangan polusi, terus kemudian nanti juga bisa pengurangan penggunaan bahan bakar,” kata dia, Kamis (14/5/2026).
Meski demikian, pihaknya belum memutuskan apakah bus listrik akan langsung digunakan pada koridor baru atau diterapkan lebih dahulu untuk program peremajaan armada.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Menurut Arief, kajian teknis serta kesiapan infrastruktur pendukung masih terus dilakukan sebelum program tersebut dijalankan.
“Masih dicermati kembali. Apakah kita nanti di peremajaan sudah bisa menggunakan bus listrik atau pada koridor baru,” jelas Arief.
Ia menambahkan, pengadaan 14 unit bus untuk masing-masing koridor telah masuk dalam rencana tahun 2027.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Jawa Tengah juga menyiapkan pengembangan koridor Trans Jateng lainnya pada 2028 mendatang.
“Koridor itu di 2027, Temanggung, iya, Temanggung, Magelang, Kabupaten Magelang,” ungkap Arief.
Menurutnya, tantangan utama dalam pengembangan bus listrik saat ini masih berkaitan dengan infrastruktur pendukung, termasuk keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta skema pengadaannya.
“Kita belum tahu (kebutuhan) infrastruktur, karena itu kita harus diskusikan dengan penyedia. Apakah kita harus memiliki ataukah kita harus sewa, harus kita siapkan dulu,” pungkasnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar