Di-PHK Akibat Covid-19, Suami Ajak Istri Curi Motor Di Klaten

BNews—KLATEN—Pasutri warga Klaten harus berurusan dengan jajaran Polres Klaten karena melakukan aksi pencurian sepeda motor. Bahkan, keduanya telah beraksi hingga sepuluh kali dalam waktu yang berdekatan.

Wakapolres Klaten Kompol Adi Nugroho menuturkan, keduanya melakukan di sejumlah TKP. Masing-masing tersebar di beberapa kecamatan yang berbeda.

“Kecamatan Bayat 1 TKP, Ceper 5 TKP, Wonosari 2 TKP, Juwiring 1 TKP dan Tulung 1 TKP,” tuturnya.

Dia menjelaskan, kasus terungkap saat ada salah satu korban pencurian melapor ke polisi pada Sabtu (07/03/2020) lalu. Saat itu, korban mengaku kehilangan motor bernopol AD 2923 AC ketika ditinggal menonton pertunjukan wayang.

”Dari laporan, kami selidiki dan berhasil menangkap kedua pelaku dengan barang bukti satu motor dan kunci leter Y,” jelas Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan di lokasi yang sama.

Selanjutnya, Andriansyah mengungkapkan dari pemeriksaan sementara, pasutri tersebut mengakui baru beraksi di Klaten selama tiga bulan terakhir. ”Mereka mengaku hanya beraksi di daerah Klaten saja, dan mengincar sasaran tiga bulan terakhir. Yang bertindak si suami sedangkan istrinya menunggu,” ungkap Andriansyah.

Diketahui, pasangan suami istri tersebut berinisial FR, 35, dan RE 24, warga Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu, Klaten. Mereka mencuri sepeda motor dengan sasaran tempat hiburan.

Loading...

“Saya di-PHK dari pabrik baja setelah ada virus corona kemudian sempat jualan es keliling sebelum mencuri sepeda motor,” kata pelaku FR ketika rilis kasus di Mapolres Klaten, Jumat (03/07/2020).

Pelaku FR mengakui telah melakukan aksinya sebanyak sepuluh kali dan sudah menjual delapan motor hasil curiannya. ”Biasanya sasaran di tempat hiburan terutama kalau ada pentas wayang kulit,” kata dia.

Dirinya mengaku uang hasil penjualan motor digunakannya untuk membayar kontrakan rumah. Sisanya, untuk biaya hidup sehari-hari. ”Anak saya satu, sekarang ikut paman setelah saya ditangkap,” akunya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasutri tersebut dijerat dengan pasal 363 KUHP dan terancam hukuman maksimal 7 tahun. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: